diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

Labbaika Yabnal Kautsar

- Posted in Viral by

[soundcloud url="http://api.soundcloud.com/tracks/68490427" params="?" width=" 100%" height="166" iframe="false" /]

Lirik Labbaika Yabnal Kautsar

Allahu...Allahu Akbar, isyfa`lana yaa Haidar
Sambut panggilan Husain...Labbaika yabnal Kautsar...

Terik sang surya membakar padang pasir Karbala
Sahara kini berubah jadi karbun wa bala
Inilah putra Ali, buah hati Fathimah
Putra Nabi yang mulia disiksa dan dihina

Terbakarnya hati...2x

Perih tak terobati Zainab pun menangisi
Husain yang disakiti

Darah suci syuhada yang mewarnai Karbala
Demi menjaga Islam, Husain rela berkorban
Syahid jadi harapan, merindu jumpa Tuhan

Allahu...Allahu Akbar, isyfa`lana yaa Haidar
Sambut panggilan Husain...Labbaika yabnal Kautsar...

Derai air mata putri Nabi tak tertahankan
Menatap paras Husain diarak bagai hewan
Kehormatan Nabi yang kini telah dihinakan
Tanpa belas kasihan mereka direndahkan

Sedih hati Nabi...2x

Melihat putri Ali, dirantai dan diikat serta dipertontonkan
Allahu...Allahu Akbar, isyfa`lana yaa Haidar
Sambut panggilan Husain...Labbaika yabnal Kautsar...

Sumpah demi ibu...sumpah demi ayahku...
Darah kan kutumpahkan, nyawapun kusembahkan
Demi Husain tersayang

*) Lagu ini sering diputar dalam event-event ahlul bait Indonesia, walaupun saya bukan termasuk pemeluknya, namun lagu ini bagus untuk mewarnai atmosfer bulan Muharram dan khususnya hari Asyura'

NU Menentang Pergerakan NII

- Posted in Viral by

Ketua Umum PBNU, Said agil Siraj, menegaskan bahwa kelompok radikal yang membahayakan negara dan Pancasila layak dijadikan musuh bersama.

Hal ini disampaikan said pada diskusi nasional Membendung radikalisme, memperkokoh ahlussunnah wal jama'ah yang diselenggarakan PKB di gedung DPP PKB di Jakarta, Minggu (1/5).

Terkait dengan NII, said agil siraj juga menegaskan bahwa ummat NU menentang pergerakan yang dilakukan NII.

"NU menjunjung tinggi Pancasila, " tegasnya. Said menegaskan masyarakat nahdiyin menentang setiap pergerakan yang ingin memecah belah bangsa.

"Dulu kita berfikir radikalisme itu dekat dengan kebodohan dan kemiskinan, ternyata kita salah," ungkap Said. Melihat perkembangan radikalisme saat ini, said melihat banyak juga kaum intelektual yang terjerumus dalam faham radikal.

"Saya mendukung UU terorisme yang lebih tegas, agar mencegah terorisme,sekarang kita kalau salat jumat toleh kanan, toleh kiri, karena was-was jangan-jangan ada yang seperti M Syarif," ungkap said.

Said juga memberikan apresiasi kepada masyarakat cirebon yang menolak jenazah M Syarif, menandakan penolakan masyarakat Cirebon terhadap radikalisme.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang hadir dalam diskusi tersebut mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam menangkal bahaya laten radikalisme maupun gerakan makar seperti NII.

Muhaimin mengajak masyarakat memulai proteksi dari keluarga yang memberikan pemahaman agama yang sesuai dengan kaidah islam. Pemerintah sebagai penyelenggarta negara menurut muhaimin juga harus bekerja lebih lagi untuk menyelesaikan masalah radikalisme. "Doktrin yang menggunakan kekerasan itu salah, kita yang cinta damai harus proaktif menangkal hal itu," tegasnya.

Diskusi yang mengundang kalangan media massa itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Fatayat NU, Ida Fauziah dan Ketua Aswaja, KH Ghofur, dipandu Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal.

JAKARTA - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mendesak pemerintah untuk lebih tanggap terhadap berbagai permasalahan yang menimpa para pelajar. Perhatian serius dibutuhkan demi menyelamatkan segenap potensi mereka selaku generasi bangsa.

Desakan ini muncul dalam pertemuan Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng di Jakarta, Rabu (21/11). Dalam kesempatan ini, IPNU menyampaikan visi besar agenda Kongres VII IPNU di Palembang, Sumatera Selatan, 1-4 Desember 2012.

Syauqi menyatakan, pelajar di Indonesia masih belum lepas dari persoalan yang sering dijumpai belakangan ini, seperti radikalisme agama, kekerasan, dan aksi tawuran.

“Keadaan ini mesti segera ditangani mengingat amanah Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan yang mengatur usia 16-30 tahun, pelajar termasuk bagian dari mandat yang tak terisahkan. Kemenpora harus memperhatikan serius masalah ini,” ujarnya.

Menurut Syauqi, pertemuannya dengan Menpora merupakan usaha IPNU dalam menyumbangkan pemikiran dan tenanganya terhadap persoalan pelajar. “Ini menjadi bagian dari strategi keberperanan IPNU dalam konteks berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Dalam kongres bertema "Pendidikan untuk Semua, Menuju Kemandirian Bangsa" nanti IPNU akan mengupas berbagai hal, seperti problem karakter generasi bangsa, pemerataan akses pendidikan, media, dan kemandirian ekonomi. Sumber: NU Online

JAKARTA -

Sebagai sarana penggerak masyarakat hingga ke tingkat ranting, seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) wajib mengaktifkan lembaga dan lajnah yang dimiliki Nahdlatul Ulama.

Di antara lembaga itu adalah Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU). Demikian disampaikan Sektretaris Pengurus Pusat LTMNU Ibnu Hazen kepada NU Online di kantornya, Jalan Kramat Raya 164, Gedung PBNU Lantai 4, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

“Setidaknya di tingkat PWNU wajib mempunyai LTMNU. Kalau nggak, gerakan di bawah tidak akan maksimal,” katanya.

Menurut Ibnu, eksistensi LTMNU penting karena masjid merupakan basis umat yang paling banyak di lingkungan NU. Tanpa pengelolaan yang baik, soliditas NU terancam pudar, baik secara organisasi maupun kulturnya.

Seperti diketahui, PBNU membawahi setidaknya 14 lembaga dan 3 lajnah. LTMNU adalah salah satu lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan Masjid.

Dari pengalaman Rapat Pimpinan LTMNU di Bali, Ibnu menyayangkan ketiadaan LTMNU di kepengurusan wilayah Bali. Pihaknya lantas mendesak PWNU Bali untuk segera membentuk kepengurusan LTMNU.

“Akhirnya sekarang punya. Rapim (Rapat Pimpinan) LTMNU salah satunya memang ditujukan untuk konsolidasi dan membangun jaringan, termasuk juga membangkikan semangat ke-NU-an di daerah,” katanya.

Ibnu Juga menganjurkan adanya sinergi kegiatan antara LTMNU dengan lembaga, lajnah, dan badan otonom di lingkungan NU. Kerjasa sama yang baik akan menguatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat. Sumber: NU Online

TEGAL - Komunitas Facebook IPNU–IPPNU Kecamatan Dukuhwaru menggelar acara nonton Breng film “Resolusi Jihad, Sejarah yang Dibungkam“ di pelataran rumah pengurus NU Desa Slaranglor, Ahad (18/11) malam.

Koordinator kegiatan Sepudin mengatakan sengaja kami melaksankan kegiatan tersebut karena ini ada moment yang sangat penting pada bulan ini yaitu peringtan hari pahlawan. Film Resolusi Jihad besutan tangan Zainul Munasichin itu membuktikan bahwa NU memiliki peranan yang sangat dalam perlawanan Inggris dalam pertempuran 10 November itu. Dengan Resolusi Jihad itulah maka terjadi pertempuran 10 November.

“Ini adalah sebagai bukti sejarah yang harus dipahami semua oleh semua generasi, sehingga sejarah harus juga mencatat bagaimana NU bisa menggerakkan kejuangan mempertahankan bangsa bukan hanya sekedar berpartisipasi tetapi menggerakan elemen kejuangan itu,“ katanya.

Sebelum pemutaran film tersebut Abdul Muiz memberikan pengantar bahwa semangat, etos, dan patriotisme para kiai yang menelurkan Resolusi Jihad sebagai moral perjuangan kaum santri dalam pertempuran melawan sekutu pada 10 November 1945 di Surabaya, adalah bentuk mempertahankan NKRI.

Ia berpendapat perlunya kontekstualisasi Resolusi Jihad setelah 67 tahun ditelurkan. Sebab saat ini Indonesia dihadapkan pada penjajahan model baru. Bukan lagi serangan fisik, tapi dihadapkan pada globalisme, gerakan fundamentalisme yang lebih bahaya.

Untuk itu, kepada segenap anak bangsa untuk mentransformasikan jihad di era globalisasi dengan berjihad membangun negeri, menghadirkan kesejahteraan, menebarkan rasa aman dan kedamaian, serta melanggengkan persatuan dan kesatuan di bumi Nusantara.

Menurutnya, berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum santri. Berdasarkan laporan pemerintah Belanda sendiri, peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial, dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, pemimpin pesantren, para haji, dan guru-guru ngaji.

“Puncak dari perlawanan itu adalah diselenggarakannya Rapat Besar Nahdlatul Ulama yang mencetuskan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945,” kata Muiz

Sebelum kegiatan tersebut terlebih dahulu digelar pawai ta’aruf peringatan tahun baru Islam 1434 Hijriyah, Ratusan peserta mengikutinya, diantaranya dari pesreta didik MI Miftahul Inayah Slaranglor, TK, TPQ Bautus salam dan simpatisan yang lainnya.

Sebelum melepas peserta pawai obor kepala desa Slaranglor mengatakan dalam sambutanya agar senantiasa menjaga ketertiban walaupun susananya senang, tetapi harus tertib dan teratur, karena semua pihak juga membutuhkan jalan yang sama.

“Saya bangga dengan generasi muda yang bisa memberikan arti pada peringatan tahun baru Islam 1434 Hijriyah ini, ini karena ada pihak yang senantiasa mendukungnya dan bekerjasama antara kita semuanya,“ katanya.

Sementara Pembina IPNU-IPPNU Mahrus mengingatkan agar kader-kader IPNU-IPPNU bisa memberikan contoh yang terbaik dalam menjalankan roda organisasi, ini contohnya memberikan semangat dan pemahaman atau mengingatkan kepada masyarakat bahwa bulan Muharram ini adalah tahun baru Islam yang hraus kita peringati, sehingga kesempatan ini dengan model kegiatan semacam ini bisa memberikan arti yang positif.

“Apalah arti kalau generasi tidak memberi arti,“ pesannya singkat. Sumber: NU Online