diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

JAKARTA - Sedikitnya 500 pelajar dan santri akan berkumpul di Bumi Perkemahan Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/11). Mereka melaksanakan Jambore Pelajar-Santri Nusantara dan Apel Akbar Corp Brigade Pembangunan (CBP) IPNU.

Kegiatan ini termasuk rangkaian acara Pra-Kongres XVII Ikatan Pelajar Nahdaltul Ulama (IPNU) yang digelar di Palembang, 30 November hingga 4 Desember. Menurut Nurudin, ketua panitia, jumlah tersebut terdiri dari 350 anggota CBP IPNU dan sekitar 200 pelajar dan santri.

Dalam jambore atau perkemahan besar tingkat nasional ini, pelajar dan santri akan digembleng dengan sejumlah materi dan latihan-latihan tertentu. Sementara CBP IPNU, selain apel, mereka akan turut mengamankan keberlangsungan acara kongres.

“Mereka semua nanti juga akan ada bakti sosial,” ujar Nurudin.

Sejak Mei lalu, Pra-Kongres IPNU dimulai dengan ToT dan Pembentukan Kader Antinarkoba di Bogor, dilanjutkan dengan Workshop Pra-Kongres XVII IPNU di Bandung, serta Pendidikan Latihan Khusus Nasional CBP IPNU di Mojokerto.

Rencananya, acara Pra-Kongres IPNU akan ditutup dengan pengajian akbar bertema “Islam itu Indah” bersama Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ust M. Nur Maulana di Masjid Agung Palembang, Jumat (30/11).

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama Menteri Pemuda dan Olahraga RI Andi Mallarangeng dijadwalkan hadir membuka acara. Sumber: NU Online

LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us

- Posted in Viral by

JAKARTA - “Anak-anak di Gaza sekarang telah kehilangan masa kanak-kanak, yang seharusnya bisa mereka nikmati dengan keriangan dan kehangatan. Mereka lupa apa itu damai, gembira dan lucu. Mereka hanya ingat tentang perang, darah dan kematian”

Adanya gencatan senjata yang hadir sejenak antara Palestina-Israel kemarin, tidak serta merta menyudahi persoalan kemanusiaan di Gaza. Nestapa warga sipil Gaza, Palestina, menggugah banyak pihak untuk berbuat. Wajah pias anak-anak Gaza akan kesedihan karena kehilangan ayah atau ibunya, tidak bisa sekolah karena rudal-rudal yang menghancurkan gedung sekolah, melejitkan jumlah yatim-piatu Palestina. Anak-anak palestina di gaza itu saudara kita. Saudara kita seiman dan seagama. Relakah anda harapan dan impian mereka hancur begitu saja?

Begitupun dengan rumah-rumah mereka yang hancur pasca penyerangan, diperparah cuaca dingin yang menggigit. Pangan, medis, juga selimut dan pakaian hangat menjadi keperluan mendesak bagi warga Gaza.

Karena panggilan jiwa yang tersayat melihat saudara semuslim teraniaya berkepanjangan, “Gaza Call Us”, sebuah program dari LAZISNU hadir. Alhamdulillah, semenjak tanggal 20 November 2012, relawan LAZISNU sudah berhasil memasuki Gaza dan melihat apa yang banyak dibutuhkan di sana agar sumbangan para dermawan tidak berakhir sia-sia.

Awal Desember 2012, insyaallah relawan LAZISNU, Saiful Ridjal Adib akan kembali memasuki Gaza untuk membawa bantuan sementara dari Lazisnu. “Harapan kami, bantuan yang sedikit ini bisa memberikan harapan bagi rakyat dan anak-anak Gaza, bahwa muslim Indonesia akan selalu bersama mendukung mereka sampai titik darah penghabisan,” ungkap KH Masyhuri Malik Ketua PP LAZISNU.

Melalui program Gaza Call Us, Lazisnu berencana merenovasi bangunan-bangunan sekolah di Gaza agar anak-anak Gaza bisa kembali merajut impian mereka, mengisi hari dengan belajar tanpa takut keruntuhan bangunan sekolah yang sudah tak layak lagi dan mereka sebagai penerus generasi Gaza, tidak menjadi bodoh dan lengah oleh tipu daya Israel. Buku-buku dan alat tulis gratis juga pasti sangat dibutuhkan di sana.

Selain itu, program pembibitan para penghafal Al-Qur’an yang sudah berjalan baik selama ini di madrasah-madrasah yang ada di Gaza merupakan hal penting yang perlu didukung keberlangsungannya. Sebab generasi penghafal Al-Qur’an inilah yang sangat ditakuti oleh bangsa Israel.

Jadi, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mari Membantu Gaza. Gaza Call Us

Gaza Call Us
Call Center : 021-3102913
SMS Center : 0813-9800-9800

Donasi Untuk Gaza:

BCA : 6340.161.481
Mandiri : 123.000.483.8977
BSM : 128.000.30.51
BNI : 010.85756.48
BCA Syariah : 006.00.66665
BRI : 0335.01.000.735.303

a/n : PP LAZISNU

 

Sumber: NU Online

Ada satu persepsi yang aneh, yakni NU tidak dinilai bela negara Palestina. Persepsi ini dimunculkan agar ada citra bahwa hanya sekelompok orang yang turun ke jalan atau membentangkan bendera hitam, putih, hijau dan merah, yang dinilai bela Palestina.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai persepsi itu dengan bijaksana. "Mereka yang bilang kita tidak membela Palestina itu tidak pernah baca sejarah. Tidak perlu ditanggapi," kata Kang Said belum lama ini.

Sementara Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menanggapinya dengan seloroh, "Isreal itu sudah terkutuk dari sononya. Jadi tidak perlu dikutuk."

Benar kata Kang Said mereka yang menilai NU tidak aktif mendukung Palestina tidak tahu sejarah, setidaknya sejarah yang dicatat KH Zaifuddin Zuhri dalam "Guruku Orang-orang dari Pesantren".

Dalam buku itu, Kiai Haji Saifuddin Zuhri menulis bahwa ulama NU meminta umat Islam Indonesi untuk melaksanakan qunut Nazilah. Qunut Nazilah dilaksanakan ketika sebuah negeri atau wilayah menghadapi kegentingan dan bencana, juga sebagai protes atas diresmikannya Israel sebagai negara (1947) oleh PBB, yang didalangi Amerika Serika dan Soviet.

NU juga minta Bung Karno agar pemerintahannya mendesak PBB agar meninjau ulang keputusannya itu.

Sembilan tahun sebelum itu, tepatnya pada tanggal 12 Nopember 1938, PBNU meminta pada seluruh partai dan organisasi Islam di Indonesia serta pada Pucuk Pimpinan Warmusi (Wartawan Muslimin Indonesia) di Medan, agar memberikan sokongan moral dan meteriil pada para pejuang Palestina dalam membela tanahair mereka.

Sepanjang tahun, umat Islam melakukan qunut Nazilah tiap sembayang wajib, lima kali sehari.

Seruan PBNU itu bikin Belanda marah. KH Machfuzh Shiddqi, salah satu ketua PBNU yang waktu itu ada di Surabaya, pada tanggal 27 Januari 1939 dipanggil ke Jakarta oleh Hoofdparket (kepala jaksa) Belanda. Kepala Jaksa bilang kepada Kiai Machfuzh bahwa Belanda melarang qunut Nazilah untuk Palestina. Sumber: NU Online

OGAN KOMERING ULU - PC GP Ansor Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur-Sumsel, meluncurkan Program Pengembangan Pesantren dan Kewirausahaan, di Pesantren Nurul Fattah, Kota Baru Selatan-Martapura, (25/11).

Menurut Ketua PC. GP Ansor OKU Timur, Ahmad Makmun, baik GP Ansor maupun Koperasi Kalijaga menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera merealisasikan program tersebut ke pesantren-pesantren dan desa-desa di OKU Timur.

"Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah, peluncuran program pengembangan pesantren dan kewirausahaan atau disebut Pesantreneurship bisa diresmikan. Kepada semua pihak yang mambantu dan personil Slank serta Ki Ageng Ganjur yang telah turut meramaikan acara ini kami haturkan terima kasih," sambut Ahmad Makmun, didampingi Apriandi, sekretars Ansor.

Pesantreneurship merupakan program bersama GP Ansor OKU Timur, Koperasi Kalijaga dan beberapa forum ikatan alumni santri pesantren di OKU Timur dan di luar OKU Timur.

Pesantreneurship bertujuan untuk membangun kemandirian usaha masyarakat dengan menggali sumber daya ekonomi terutama sumber daya manusia masyarakat setempat dengan menjadikan pesantren dan desa sebagai sentral pergerakan.

"Dengan mengintegrasikan potensi dampar atau meja tempat kiai membacakan kitab kuningnya, mimbar atau organisasi sosial masyarakat dan pasar atau dunia usaha, kita sesungguhnya menegaskan program para perintis pendidikan pesantren di nusantara yang sejatinya sejak awal telah fokus ke arah itu. Apalagi mengingat OKU Timur adalah basis pesantren Sumsel," jelas Makmun yang juga alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur dan .

"Kalau di OKU Timur ini berhasil, tiga kali proses perkaderan saja, tentu dengan target dan standar kaderisasi terukur berdasarkan kemampuan kader membuka dan menjalankan usaha, setidaknya Ansor telah membuka lapangan usaha dan mengurangi angka pengangguran di desa," pungkas Makmun. Sumber: NU Online

DEMAK - Raden Syahid atau Sunan Kalijaga Kadilangu dalam berdakwah tidak menyinggung perasaan umat, tradisinya, adatnya, meskipun banyak yang tidak cocok dengan Islam.

"Kanjeng Sunan Kalijaga dalam berdakwah selalu memperhatikan adat budaya kaum yang dituju. Beliau menyebarkan agama yang berhaluan seperti Aswaja kita ini, sehingga diterima kaumnya."

Demikian disampaikan oleh KH Buchori Masruri saat memberikan mauidloh hasanah dalam acara Haul Kanjeng Sunan Kalijaga ke 427 diserambi Masjid Kanjeng Sunan Kalijaga Ahad (25/11).

Lebih lanjut kiai Buchori megatakan Sunan Kalijaga bersama Wali Songo berdakwah lewat budaya yang ada dipulau Jawa. Dikatakannya, dakwah dengan budaya lebih bisa diterima ketimbang dengan model formal atau layaknya ngaji dan kajian model sekarang atau jaman Nabi.

Kiai Buchori yang juga mantan ketua PWNU Jateng mengutip kalimat yang pernah dikatakan almarhum Gus Dur, "Para wali songo dalam menyebarkan Islam tidak selalu dengan selogan Islam. Namun menurut Gus Dur Sunan Kalijaga itu tidak mengislamkan Jawa tapi menjawakan Islam dengan budaya."

Acara haul Sunan Kalijaga ini terselenggara hasil kerja bareng Yayasan Kanjeng Sunan Kalijaga, Jamiyyah Ahbabul Musthofa, MWC NU Demak, PC GP Ansor, Majlis Mabadi Khoiro Ummah dengan melibatka Pesantren Attaslim kracaan, Pesantren Nurul Hikmah Merbotan, Pesantren Subulussalam, Pesantren BUQ betengan, dan Pesantren Al Ishlah Sempalwadak Demak.

Sebelum pengajian umum, pada pukul tujuh pagi dilaksanakan semaan Al-Qur'an dimakam Sunan Kalijaga. Pada pukul tujuh malam dilanjutkan tahlil Akbar juga dimakam Sunan Kalijaga, lalu Maulidurrasul bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf. Sumber: NU Online

SEMARANG - Puluhan orang yang dari Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa), Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba), warga Nahdlatul Ulama (NU) serta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beramai-ramai turun ke jalan melakukan aksi pembelaan terhadap mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (27/11/2012).

Aksi itu untuk memprotes anggota DPR RI dari Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang pada suatu kesempatan mengatakan bahwa Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan karena tersangkut kasus Bulogate dan Bruneigate.

Mereka berjalan dari kawasan Simpanglima menuju Jalan Pahlawan dan di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Dengan membawa foto Gus Dur, sejumlah poster dan bendera PKB, massa juga membagikan selebaran pada para pengguna jalan.

Koordinator aksi yang juga anggota DPRD Jateng Fraksi PKB, Samsul Maarif mengatakan pernyataan Sutan Bhatoegana tersebut sangat melukai hati warga Nahdliyin. Sebab pada kasus tersebut sudah diputuskan oleh Kejaksaan Agung RI Gus Dur bersih dan dinyatakan tidak terlibat.

"Apa salah Gus Dur? Kenapa Sutan bisa mengatakan seperti itu, mengapa Sutan mengusik Gus Dur yang sudah tenang di sisi-Nya. Gus Dur itu guru bangsa, ulama besar. Siapapun yang mengusik akan kami lawan, ini bukti kecintaan kami pada Gus Dur," tandasnya dalam orasi.

Pada aksi pembelaan terhadap Gus Dur, para pengunjuk rasa mengajukan sejumlah poin tuntutan. Pertama, meminta Sutan meminta maaf secara terbuka melalui media massa. "Jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada respons, kita akan melakukan aksi yang lebih besar lagi," ujarnya disambut sorak sorai peserta aksi.

Tuntutan berikutnya, pemecatan Sutan dari keanggotaannya di DPR RI dengan alasan tidak beretika. Terakhir meminta Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk meminta maaf dan harus memberikan sanksi pada Sutan Bhatoegana.

Setelah berorasi, massa kemudian bergerak menuju taman makam pahlawan untuk berziarah dan mendoakan para pahlawan bangsa yang telah gugur.

Aksi sempat sedikit memacetkan arus lalu lintas. Meski sempat diwarnai aksi bakar gambar, namun pelaksanaan aksi berjalan dengan tertib. Sumber: Kompas

JOMBANG - Pernyataan petinggi Partai Demokrat Sutan Bathoegana yang menyebut KH KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terlibat kasus korupsi Brunaigate dan Buloggate mendapat reaksi dari KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), adik kandung Gus Dur.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang ini mengatakan, Bathoegana merupakan orang yang serba tidak tahu. Dengan kata lain, anggota DPR RI tersebut tidak mengerti dengan yang diomongkan. Sudah begitu, Bathoegana juga tidak mau tahu.

“Bathoegana itu orang yang tidak tahu masalah. Sudah tidak mengerti, tapi tidak mau berusaha untuk mengerti. Makanya komentarnya seperti itu,” kata Gus Solah ketika ditemui di kediamannya, di Komplek Ponpes Tebuireng Jombang, Selasa (27/11/2012).

Lebih dari itu, lanjut Gus Solah, Bathoegana juga tidak tahu apa yang diperbuat setelah melakukan kesalahan.

“Seharusnya dia itu minta maaf. Untungnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sudah minta maaf, meski lewat media,” katanya sambil mengatakan kasihan atas ketidatahuan Bathoegana itu.

Terkait banyaknya aksi yang mengecam Bathoegana pasca menuduh Gus Dur, Gus Solah mengatakan bahwa reaksi masyarakat tersebut merupakan hal yang sah-sah saja. Sebab, itu aksi spontanitas orang-orang yang mencintai Gus Dur. “Saya tidak menyuruh dan tidak juga melarang. Yang demo silahkan saja,” katanya.

Sebelumnya, dalam acara tayang bincang sebuah stasiun televisi, Sutan menyebut Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan karena tersandung kasus Buloggate dan Brunaigate. Pernyataan itu menuai protes dari pengagum Gus Dur dan warga NU.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hari ini meminta maaf kepada keluarga Gus Dur dan warga Nahdlatul Ulama atas pernyataan Sutan yang menyebut Gus Dur lengser karena tersandung kasus Buloggate dan Bruneigate. Sumber: LensaIndonesia

JAKARTA -- Ratusan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor menggeruduk kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/11). Dengan membawa poster politisi Sutan Bhatoegana yang dicoret pada bagian mukanya, mereka meneriakkan agar politisi Partai Demokrat itu dipecat.

"Kami menuntut Partai Demokrat agar segera memberikan sanksi yang tegas, dan memecat Sutan Bhatoegana dari jabatan apapun, baik di partai maupun di DPR," kata sekretaris wilayah GP Ansor DKI Jakarta, Abdul azis.

Selain itu, mereka juga menuntut agar Sutan secepat mungkin menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Nahdatul Ulama dan masyarakat Indonesia. Atas ucapannya yang menuding mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lengser dari jabatannya karena terlibat korupsi.

"Sutan telah memfitnah Gus Dur secara terang-terangan. Karena itu Presiden SBY selaku pimpinan harus segera menindak Sutan Bhatoegana," tegas Abdul.

Aksi yang diikuti GP Ansor DKI Jakarta dan Banten itu, lanjut Abdul, merupakan bentuk kekecewaan tentang pernyataan Sutan Bhatoegana. Yang nengatakan Gus Dur lengser lantaran kasus korupsi Buloggate dan Bruneigate. Klarifikasi dari Sutan menurutnya harus segera dikeluarkan, karena ucapannya merusak pendidikan politik masyarakat.

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, GP Ansor mengancam akan melakukan aksi lebih besar. Sumber: Republika