diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

Warga NU Siap Sukseskan Pilgub Banten

- Posted in Viral by

Banten, _NU Online. _Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Banten Makmur Masyhar meminta warganya untuk mensukeskan pelaksanaan Pilgub Banten.  “Kami juga berharap warga NU tidak terjebak dalam konflik politis. Siapapun yang mau dipilih itu silahkan, terserah masing-masing,” ujar Masyhar, saat dihubungi via ponselnya, Selasa, (19/7).

Dikatakan Masyhar, dalam pilgub ini NU bersikap netral. Dan tidak ingin terjebak dalam tradisi dukung-mendukung calon tertentu. “Warga NU bebas memilih siapapun. Yang penting, figur  yang dipilih mampu membawa Banten lebih maju ke depan. Dan bisa membawa kemaslahatan bagi umat dan menjadi rahmat untuk semua masyarakat Banten,” paparnya.

Lebih lanjut Masyhar mengungkapkan, dalam puncak peringatan hari lahir NU ke 85 yang digelar di Gelora Bung Karno kemarin, NU kembali menegaskan pentingnya sikap moral yang tinggi, atau ahlakulkarimah dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

“Dengan faham ahlussunah wal jamaah, NU  mengutamakan  sikap tasamuh, tawasuth dan tawazun, akan berdiri tegak mempertahankan kedaulatan bangsa ini. NU  menebarkan Islam rahmatan lil alamin yang ramah, tidak eksklusif, apalagi separatis di tengah keragaman dan kemajemukan bangsa ini. Bahkan ikut serta dalam perdamaian dunia,” kata Masyhar seraya mengungkap keprihatinan NU terhadap munculnya gerakan-gerakan yang mengancamkan keutuhan bangsa dan menampilkan Islam dengan muka garang.

Dalam nuansa Pilgub ini, NU Banten juga mengajak seluruh pasangan calon gubernur  dan wakilnya, beserta seluruh tim suksesnya, untuk mengedepankan etika dalam berpolitik. Ia juga berharap siapapun calon yang kemudian terpilih, dan menang dalam pilgub ini, untuk bisa membawa Banten menuju kemajuan, dan menghargai religiusitas Banten, dalam bingkai keindonesiaan.

“Indonesia merupakan negara berketuhanan. Tapi bukan negara agama, dan juga bukan negara sekuler. Dengan demikian, NU konsisten menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara. Setia pada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dan seluruh warga Banten sebagai bagian dari warga NRI, juga wajib menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Sementara ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banten Muhammad Rijal mengatakan,  kalangan muda NU  yang tergabung dalam IPNU akan turut serta dalam upaya pencerdasan politik kalangan pelajar di Banten.

“Pada puncak harlah NU, IPNU juga direkomendasi untuk melakukan transformasi pemahaman keagamaan yang toleran di kalangan pelajar. Untuk Pilgub, IPNU netral, dan mendorong para pelajar untuk lebih cerdas dalam memilih calon. Siapapun yang dipilih, harus bisa meningkatkan mutu pendidikan banten,” ujarnya.

Di Banten sendiri peringatan Harlah itu dilaksanakan pada 31 januari lalu. Saat ini, puncak peringatan harlah NU dilaksanakan di GBK Jakarta, kemarin, bertepatan dengan peringatan nisyfu sya’ban.

SURABAYA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kader NU yang berniat maju sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jawa Timur, namun tidak boleh saling berebut di antara sesama kader.

"Bagaimana caranya supaya tidak berebut, itu yang nanti kita diskusikan dengan para kiai," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa.

Jawa Timur merupakan daerah basis NU, maka sudah selayaknya kader NU tampil memimpin provinsi itu sebagai gubernur, ujar Said Aqil.

Untuk itu, akan dicari jalan terbaik agar hanya ada satu kader NU yang tampil di Pilgub Jatim supaya peluang untuk menang lebih besar.

Saat ini, kader NU Saifullah Yusuf yang juga salah satu Ketua PBNU menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gubernur Soekarwo dari Partai Demokrat.

Pada Pilgub Jatim 2008, Soekarwo-Saifullah Yusuf mengalahkan Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, yang berpasangan dengan mantan Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI (Purn) Mudjiono setelah bertarung dalam tiga putaran.

Untuk Pilgub Jatim 2013, Saifullah Yusuf yang sebelumnya disebut-sebut kembali akan berpasangan dengan Soekarwo, dikabarkan akan maju sendiri sebagai calon gubernur.

Sementara itu, sejumlah kalangan di Jawa Timur juga menginginkan agar Khofifah kembali maju sebagai calon gubernur.

Namun, Menteri Pemberdayaan Perempuan era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid itu belum mengambil keputusan.

Kemungkinan akan bersaingnya antarkader NU sebagai calon gubernur dalam Pilkada Jatim 2014, menjadi keprihatinan sejumlah kalangan NU karena dikhawatirkan suara warga NU akan terpecah sehingga posisi gubernur gagal diraih.

Menurut Rais Syuriyah Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, warga NU harus belajar dari Pilgub Jatim 2008, dimana dua kader NU, Khofifah dan Saifullah Yusuf, saling "bertarung".

Jika kader NU yang maju hanya satu orang, kata Hasyim, maka peluang menang cukup besar. Tapi, lanjutnya, kader NU harus maju sebagai calon gubernur, bukan wakil gubernur.

"Hendaknya kita belajar dari nasib Saifullah Yusuf yang ternyata tidak diberi peran apa-apa selama jadi wagub. Padahal sudah menggunakan label NU," katanya. Sumber: NU Online

Mendikbud: Pendaftaran SNMPTN 2013 Gratis!

- Posted in Viral by

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan biaya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 ditanggung oleh pemerintah sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.

"Pendaftaran semuanya gratis baik yang bidikmisi dan non-bidikmisi. Dulu, pada 2012 biaya SNMPTN jalur undangan itu sebesar Rp150-200 ribu," kata Mohammad Nuh seusai konferensi pers peluncuran SNMPTN 2013 di Jakarta, Senin.

Menurut dia, dengan pembebasan biaya itu dan kuota penerimaan di perguruan tinggi sebesar 60 persen dari populasi akan memberikan rasa aman bagi peserta didik yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi," ujar dia.

Ia mengatakan seleksi tersebut berdasarkan nilai rapor dan hasil Ujian Nasional.

"Mulai 2013 kita berani mengintegrasikan prestasi yang di bawahnya baik melalui nilai raport, hasil UN, dan prestasi lainnya," kata dia.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan tonggak baru karena sebelumnya banyak masyarakat protes kalau hasil UN bisa atau tidak dijadikan untuk penerimaan mahasiswa baru. Padahal yang menerima perguruan tinggi itu tidak mempermasalahkannya.

Sementara itu, Ketua Umum Panita Pelaksana SNMPTN 2013 Akhmaloka mengatakan sekolah yang berhak mengikutsertakan siswanya dalam SNMPTN adalah sekolah yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengisikan data sekolah dan prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"Semua sekolah baik negeri maupun swasta harus mengisi PDSS," ujar dia.

Ia mengatakan pengisian PDSS mulai 17 Desember 2012-8 Februari 2013 dan selanjutnya diisikan secara berkala setiap akhir semester.

"Pendaftaran dibuka mulai 1 Februari-8 Maret 2013 sementara proses seleksi 9 Maret-27 Mei," kata dia.

Pengumuman hasil seleksi pada 28 Mei 2013 dan pendaftaran ulang yang lulus seleksi 11-12 Juni 2013.

"Jumlah calon mahasiswa peserta SNMPTN 2012 jalur undangan terdaftar 236.811, yang diterima 53.401. Sementara Tertulis yang daftar 618.812 , sebanyak 118.233 diterima. Total penerimaan dari undangan dan tertulis sebesar 171.634. Untuk target penerimaan 2013 itu sebesar 150.000 peserta," ujar dia. Sumber: NU Online

JAYAPURA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan, tuduhan bahwa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima dana dari Bulog dan Brunei sengaja diramaikan untuk menjatuhkan citra Presiden ke-4 RI ini. Berikut kronologi penurunan Gus Dur menurut Mahfud MD:

Dalam kasus yang selanjutnya disebut buloggate dan bruneigate tersebut, Gus Dur tak terlibat sama sekali. Dalam kasus buloggate, saat itu seseorang yang disebut sebagai tukang pijit Gus Dur, bernama Suwondo mengatasnamakan Gus Dur untuk kepentingan pribadi.

“Gus Dur itu orangnya egaliter. Siapapun yang ingin bertemu, diterimanya. Termasuk tukang pijit pun diterimanya. Saat itu Suwondo ingin bertemu Gus Dur dengan membawa Sapuan. Dalam pertemuan itu, Suwondo bicara soal Aceh, dan sebagainya. Gus Dur hanya bilang bahwa Aceh perlu dibantu. Tapi kemudian, paska pertemuan itu, Suwondo menemui Sapuan dan meminta uang sebesar Rp35 Miliar, dengan membawa nama Gus Dur,” ungkap Mahfud.

“Gus Dur tak tahu menahu soal itu. Itu kasus Suwondo yang menyalahgunakan nama Gus Dur,” tandas Mahfud dalam Konferensi Pers, usai mengisi seminar tentang Hukum di arena Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dirangkai dengan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jayapura, Papua, Rabu (12/12).

Sementara tentang Brunei, kata Mahfud, bermula dari keinginan Raja Brunei Darussalam, yang ingin memberi zakat kepada masyarakat Indonesia, melalui Aryo. “ Waktu itu kata Gus Dur, silahkan disalurkan, dan kemudian uang zakat itu disalurkan ke Aceh, dan lainnya. Jadi Gus Dur tak menerima uang tersebut,” ujarnya.

Peristiwa pemberian zakat tersebut, kata Mahfud terjadi tahun 1999, ketika itu belum ada Undang-Undang Gratifikasi. Jadi Gus Dur langsung menyalurkannya tanpa melaporkan kepada negara. “ Saat itu dana tersebut langsung disalurkan. Jadi dua kasus hukum tersebut, tidak benar sama sekali. Tak terbukti sama sekali,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa jatuhnya Gus Dur, adalah murni kasus politik. Gus Dur dianggap melanggar TAP MPR nomor 6 dan 7 tahun 1999, karena memberhentikan Suroyo Bimantoro dari jabatan Kapolri. “Tanggal 20 Kapolri diganti. Undangan sidang MPR untuk menghentikan Gus Dur bukan soal Bulog dan Brunei tapi karena Gus Dur menggantikan Kapolri tanpa persetujuan DPR/MPR,” ujarnya.

Karena undangan semacam itu, Gus Dur tak memenuhi undangan MPR dan mengeluarkan maklumat atau dekrit. “Tuduhan korupsi adalah tuduhan paling jahat. Gus Dur jatuh secara politik tak ada kasus hukum apapun di situ,” kata ahli hukum ini.

“Secara politik memang merupakan fakta yang tak terhindarkan. Sebagai fakta politik saya terima, tapi kalau secara hukum itu tak bisa. Bahkan penjatuhan Gus Dur menurut saya melanggar hukum, sebab menurut Tap MPR disebutkan bahwa sidang umum MPR untuk menjatuhkan Presiden harus dihadiri oleh seluruh Fraksi. Saat itu PDKS dan PKB menyampaikan surat resmi untuk menolak sidang umum MPR tersebut,” paparnya. Sumber: NU Online

Mahasiswa JATMAN Gelar Diskusi di Malang

- Posted in Viral by

MALANG - Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah atau MATAN Cabang Kota Malang menggelar serangkaian kegiatan dengan bertajuk “MATAN untuk bangsa”.

Kegiatan tersebut berisi rangkaian roadshow seminar, diskusi, dan sowan ke habaib dan masyayikh Kota Malang dengan bertujuan untuk memperkenalkan MATAN ke publik Kota Malang, terutama civitas akademika kampus dan para tokoh ulama di kota Malang.

Kegiatan tersebut juga merupakan langkah awal organisasi mahasiswa di bawah naungan Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyahjam'iyyah atau organisasi tarekat tarekat NU itu untuk mengubah pola pikir generasi muda khususnya yang kapitalistik, pragmatis, hedonis, dan transaksional yang berakibat, manusia tidak lagi berperan sebagai manusia (‘abdullah wa khalifatullah fil ardl). Dengan bertarekat diharapkan generasi muda lebih berperan bagai mesin dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, yang mana akibat selanjutnya adalah tidak adanya rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air dan lebih penting lagi, tidak adanya rasa cinta dan kebanggaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Kegiatan MATAN Kota Malang yang dibuka pada 7 Desember 2012 ini diawali dengan seminar yang bertempat di aula Usman Mansur Universitas Islam Malang (UNISMA), dengan tema seminar, “Fitrah Nusantara Sebagai Isi Kandungan Bangsa”.

Seminar yang diisi oleh Habib Ismail Fajrie Alatas dan DR. Galih Wijil Pangarsa itu membahas mengenai potensi-potensi yang terkandung di bumi Nusantara ini baik itu potensi alamiah seperti laut, maupun potensi yang bersifat budaya, yang mana potensi-potensi itu bisa menjadi senjata untuk kebangkitan dan kemajuan Bangsa Indonesia.

Tidak hanya potensi yang dibicarakan, namun juga hal-hal yang bisa melemahkan potensi-potensi itu, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar, sehingga peserta seminar diajak memetakan Indonesia.

Setelah seminar itu, pengurus harian MATAN dan Habib Aji (panggilan akrab Habib Ismail Fajrie Alatas) langsung menuju ke kediaman Habib Abdul Qadir Mauladdawilah dan Habib Bagir Mauladdawilah di kelurahan Jagalan Kota Malang untuk bersilaturrahim dan memperkenalkan MATAN kepada beliau-beliau serta memohon doa, dukungan, dan bantuan dari beliau-beliau untuk MATAN Kota Malang. Dan beliau-beliau pun memberi respon yang positif atas kehadiran Habib Aji dan rombongan, termasuk dengan lahirnya MATAN dan gerakan-gerakan yang akan dilakukan oleh MATAN.

Selanjutnya, Habib Aji dan seluruh PC. MATAN Kota Malang bergerak menuju maqam Al-Habib Abdul Qodir Bafaqih untuk berziarah dan “memperkenalkan” MATAN kepada beliau selaku salah satu wali agung yang ada di Kota Malang.

Ba’da shalat maghrib, rombongan langsung menuju ke Kota Batu untuk memenuhi undangan makan malam dari Habib Jamal Ba’agil. Dalam jamuan makan malam itu, tak lupa pula Habib Aji dan PC.MATAN Kota Malang memperkenalkan berdirinya MATAN Kota Malang dan mengharapkan kesediaan Habib Jamal untuk mendoakan MATAN dan membimbing MATAN Kota Malang, serta membantu MATAN Kota Malang, demi tersyiarnya Ahlussunnah wal jama’ah di dunia universitas yang sekarang ini mulai tersisih oleh paham-paham wahabi, liberalisme, dan hedonisme.

Keesokan harinya, acara dilanjutkan di kampus UIN Maliki Malang dan dimulai pukul 14.00 WIB dengan tema seminar “Mengambil Hikmah Pelajaran dari Sejarah dan Tradisi sebagai Pembentuk Identitas Lokal dan Universal Bangsa”. Sedangkan pemateri dalam seminar tersebut adalah DR. Agus Sunyoto, Prof. DR. Sutiman, dan Habib Ismail Fajrie Alatas.

Dalam seminar itu, para pembicara menekankan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah dan tradisi di era globalisasi ini. Sebab dua elemen itu merupakan pembentuk jati diri bangsa. Tanpa dua elemen itu, maka bangsa tidak memiliki jati diri sehingga mudah dipecah belah, dan tidak mempunyai karakter sebagai bangsa, serta tidak cinta terhadap bangsa sendiri. Sebagai dua elemen yang berbeda, tradisi dan sejarah merupakan rem bagi bangsa Indonesia agar tidak terseret dan tergilas oleh roda globalisasi, apalagi sekarang ini semakin marak gerakan purifikasi seperti wahabi yang berkoalisi dengan kaum kapitalis untuk menghapus sejarah dan tradisi dari Negeri ini, sehingga terbentuklah manusia satu dimensi.

Setelah acara di UIN Maliki Malang, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang melanjutkan kegiatan hari itu dengan bersilaturrahim ke Habib Muhammad bin Idrus Al-Haddad di Sawahan Kota Malang. Dalam silaturrahim itu, Habib Aji memperkenalkan MATAN dan PC. MATAN Kota Malang kepada Habib Muhammad dengan harapan doa, restu, dukungan dan bantuan dari Habib Muhammad untuk gerakan MATAN Kota Malang, sehingga MATAN Kota Malang bisa mewujudkan visi organisasi.

Agenda selanjutnya pada malam hari itu adalah menghadiri undangan makan malam dari Rais JATMAN Kota Malang, KH. Abdurrahman Yahya dan orasi ilmiah di hadapan santri beliau, santri PP. Miftahul Huda Gading Kota Malang. KH. Abdurrahman yang sejak awal digagasnya MATAN di Kota Malang ini sangat mendukung dan membantu gerakan MATAN, sangat gembira dengan kehadiran Habib Aji di Kota Malang dan di Gading Pesantren. KH. Baidlowi Mushlich dalam sambutannya menyatakan bahwa keberadaan MATAN, dan mahasiswa yang berthariqah di era sekarang ini sangat penting.

Adapun Habib Aji dalam orasinya menekankan agar para santri tidak hanya menjadi ahli ekonomi yang baik, dokter yang baik, guru yang baik, dan lain-lain (pekerja yang baik), namun, para santri yang sebagian besar mahasiswa ini, harus menjadi manusia yang baik, manusia yang benar-benar manusia. Hal itu bisa dicapai salah satunya dengan cara berthariqah, karena berthariqah itu untuk memunculkan kemanusiaan sehingga menjadi manusia yang manusia, yaitu manusia yang baik dan bermanfaat.

Itu pula salah satu motivasi mengapa Maulana Habib Luthfi bin Yahya menggagas berdirinya MATAN di tengah organisasi-organisasi semacam HMI, PMII lebih sibuk berpolitik kampus dan demonstrasi sampai lupa mengembangkan intelektualitasnya, dan lupa meningkatkan spiritualitasnya, sehingga MATAN sangat terbuka, baik itu anggota HMI, PMII, atau lainnya dipersilahkan untuk ikut MATAN tanpa meninggalkan organisasi asalnya.

Di hari terakhir atau hari ketiga road show MATAN, acara selanjutnya adalah diskusi dengan tema,”Kritik Nalar Liberalisme Islam” yang bertempat di gedung PCNU Kota Malang, di mana dalam diskusi itu Habib Aji memaparkan secara detail bagaimana sebenarnya pemikiran kawan-kawan di Jaringan Islam Liberal. Yang mana mereka sibuk mengkritik islam tradisi khas pesantren, namun mereka lupa untuk mengkritisi liberalisme yang mereka gembor-gemborkan, dengan segala teori yang mereka paparkan, padahal banyak kritik (baca: kekurangan dan kelemahan) dalam teori-teori yang mereka jadikan rujukan ataupun hasil pemikiran-pemikiran mereka, sehingga nyatanya pemikiran mereka malah lebih banyak bersifat mendekonstruksi pemikiran yang sudah ada daripada merekonstruksinya.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan diskusi di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Kota Malang, yang mana dalam kesempatan itu Habib Aji memaparkan secara singkat mengenai MATAN dan pentingnya berthariqah agar menjadi manusia yang benar-benar manusia, sehingga menjadi manusia yang berguna bagi Negara dan Agama.

Di hari terakhir itu pula, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang melanjutkannya dengan bersilaturrahim ke KH. Mashduqi Mahfudz di Mergosono, Habib Agil bin Agil di Jl. Ir. Rais Kota Malang, dan Gus Luqman di Merjosari Kota Malang. Dalam kesempatan tersebut, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang memperkenalkan MATAN dan PC MATAN Kota Malang kepada beliau-beliau dengan harapan doa, restu, dukungan dan bantuan sehingga MATAN Kota Malang bisa mewujudkan visi organisasi.

Semua Orang Merasa Dekat dengan Gus Dur

- Posted in Viral by

Gus Dur memiliki kebiasaan silaturrahmi kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Tak heran, ketika dimintai komentar tentang Gus Dur, semua orang merasa dekat dan memiliki kesan mendalam pada mantan ketua umum PBNU ini.

Kecintaan terhadap Gus Dur terbukti, banyaknya warga NU yang menziarahi makamnya sampai saat ini, meskipun mereka datang dari jauh dan perlu persiapan yang matang dalam pembiayaan.

Gus Dur, bagi Abdul Mun’im DZ, wakil sekjen PBNU adalah sebuah bintang cemerlang dari pinggiran peradaban.

“Dari Nusantara muncul orang brilian yang memberi alternatif Islam Arab, ternyata Gus Dur dan NU mampu merumuskan fikih Nusantara yang berbeda dengan fikih Timur Tengah,” katanya dalam bedan buku _Dialog Peradaban; untuk Toleransi dan Perdamaian antara KH Abdurrahman Wahid dan Daisaku Ikeda_yang diselenggarakan di gedung PBNU, Selasa (19/4).

Mengomentari dialog dalam dua buku tersebut, ia menjelaskan, dua tokoh besar tersebut saling memahami peradaban masing-masing. Gus Dur memahami Yasunari Kawabata, peraih Nobel sasrta dari Jepang atau Akira Kurosawa, sutradara besar dari Jepang.

Demikian pula, Ikeda juga sangat luar biasa pemahamannya soal Nusantara, ia memahami Prapanca sampai dengan Yasadipura.”Dialog mereka berdua hidup, detail dan sangat mendalam, termasuk mengkaji masalah spiritual,” katanya. Ia menggambarkannya sebagai dialog langit antar dewa.

Salah satu titik temu kedua tokoh ini adalah, mereka berdua sama-sama menganut faham non kekerasan seperti yang ditawarkan Gandhi kepada dunia. Keduanya adalah pengagum Gandhi.

“Dialog peradaban yang dirintis oleh Ikeda bisa menjadi awal atau lanjutan menyelesaikan tuntutan Asia dengan cara Asia. Kearifan masyarakat Asia banyak yang terlupakan. Melalui Dialog Peradaban ini, pesoalan ini bisa diketengahkan lagi,” katanya.

Sayangnya, persoalan peradaban memang persoalan yang terlalu abstrak sehingga tidak banyak orang yang mau menggelutinya. Upaya Sokka Gakai melakjukan hal ini patut mendapat apresiasi.