diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

JAKARTA - Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengajak segenap warga Indonesia bersyukur kepada Allah atas penyelenggaraan pilpres 2014 yang berlangsung tertib dengan besarnya partisipasi warga. Pemilihan pemimpin bangsa sebagai tahap awal dari nashbul imamah terlaksana dengan baik. Selanjutnya, tugas warga berdoa dan menanti hasil penghitungan KPU agar berjalan mulus tanpa gangguan.

“Dukungan semua pihak untuk KPU bekerja sesuai amanah konstitusi sangat dibutuhkan agar keputusannya menggambarkan apa adanya suara rakyat,” demikian seruan KH A Mustofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus sebagai sikap PBNU pasca pilpres 2014, Kamis (17/7) pagi.

PBNU juga meminta kepada masing-masing Calon Presiden-Wakil Presiden berikut segenap pendukungnya untuk berbesar hati menerima secara tulus keputusan final KPU beberapa hari mendatang. “Mereka harus menampilkan sikap kenegarawan atas keputusan KPU,” terang Gus Mus.

Sementara tanggung jawab lembaga pers nasional dan lokal sendiri, Gus Mus mengimbau, ialah menyegarkan kembali kerukunan dan persatuan warga. PBNU berharap pers sebagai salah satu dari elemen bangsa dapat bekerja sesuai aturan kode etiknya dan itikad baik demi mewujudkan maslahat di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara untuk para pengurus NU di segala tingkatan, warga NU, dan terutama sekali para kiai NU, "Saya serukan untuk membantu pemulihan suasana masyarakat yang aman dan damai demi menjaga ukhuwwah wathaniyah dan keutuhan NKRI tercinta,” harap Gus Mus.

Terakhir Gus Mus juga berdoa agar "Allah SWT menurunkan ampunan, rahmat-Nya, serta memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita, bangsa Indonesia seutuhnya."

Sumber: NU Online

Sekali Lagi, Tentang Nuzulul Quran

- Posted in Viral by

Dalam surat al-Baqarah ayat 185 jelas diterangkan bahwa al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Mengenai hal ini hampir semua ulama bersepakat.

شهر رمضان الذى انزل فيه القرأن هدى للناس وبينت من الهدى والفرقان

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Hanya saja para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal turunnya al-Qur’an di bulan Ramadhan ini. Imam Ibnu Ishaq berpendapat bahwa tanggal turunnya al-Qur’an adalah tanggal 17 Ramadhan pada tahun 41 dari kelahiran Rasulullah saw. hal ini berdasar pada surat al-anfal ayat 41:

ان كنتم امنتم بالله وماانزلنا على عبدنا يوم الفرقان يوم التقى الجمعان

jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa[615] yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Hari bertempurnya kedua golongan itu adalah antara kaum muslimin dengan musyrikin, yaitu hari perang Badar tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Mengenai hal ini Imam Thabari menjelaskan dengan sanad dari Hasan bin Ali:

كانت ليلة الفرقان يوم التقى الجمعان لسبع عشرة من شهر رمضان

Malam al-Furqan (malam diturunkannya al-qur’an ) adalah bertepatan hari pertempuran dua golongan yaitu tanggal 17 Ramadhan.

Artinya tanggal 17 Ramadhan merupakan momen penting dalam sejarah Islam, selain hari berlangsungnya perang Badar, juga merupakan waktu pertama kali diturunkannya al-Qur’an kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril. Adapun surat pertama yang diturunkan adalah surat al-Alaq. Begitulah seterusnya al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur hingga yang terakkhir adalah ayat dari surat al-Maidah selama kurun waktu 22 Tahun 2 bulan 22 hari.

Sumber: NU Online