diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

JAKARTA - Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Nuril Huda, mengharapkan PMII untuk kembali ke Nahdatul Ulama (NU). Alasannya, PMII memang dilahirkan dari "rahim" NU.

"PMII adalah anak kandung NU maka sewajarnya untuk kembali ke NU (secara organisasi, red). Saya sebagai pendiri NU paham kenapa dulu PMII harus independen," ujarnya pada acara peluncuran kepengurusan baru PB PMII di Jakarta, Senin (11/8) malam.

Dikatakan, keputusan untuk independen dari NU tahun 1972 diambil karena jika tidak PMII terancam diberangus akibat suasana politik saat itu. "Kalau saat ini situasinya berbeda, maka ada baiknya kita merapat," tandasnya.

Dia khawatir jika PMII tetap dengan keputusannya untuk independen akan terjadi ketidaksinkronan antara PMII dan NU.

"Seingat saya dulu saat muktamar di Situbondo, ada usulan untuk membuat organisasi mahasiswa. Namun tidak dilakukan karena mengingat NU memiliki tujuan yang sama dengan PMII yakni berdasarkan Ahlisunnah Waljamaah," jelasnya.

Tidak hanya menyinggung tentang indepedensi PMII, sesepuh PMII ini juga mengapresiasi keberadaan PMII yang langgeng hingga saat ini. Itu menandakan PMII tetap turut serta mengawal NKRI dengan pedoman Pancasilanya.

"Itu yang terpenting, PMII harus menolak kelompok-kelompok radikal yang membahayakan NKRI. Termasuk ISIS, sehingga harus ditolak tegas. Ketegasan untuk berjuang menjaga NKRI inilah yang membuat PMII bertahan hingga 54 tahun sekarang," pungkasnya.

Sumber: NU Online

JEMBER - Meskipun sudah memasuki usia senja, semangat tokoh satu ini untuk terus berjuang bersama NU memang patut kita tiru. Sebagai sesepuh dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi tak pernah lelah untuk memberikan semangat kepada generasi penerus.

Seperti yang dikatakannya saat menerima kunjungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (10/8), di rumahnya, Malang. “Cintailah kiai dan rawatlah NU,” pesan Mbah Muchit singkat, sebagaimana ditirukan Sekretaris PCNU Sumenep A Dardiri Zubaidi dalam akun facebooknya.

Dardiri sendiri, mewakili generasi NU yang hidup di zaman sekarang, menjadikan Kiai Muchith sebagai sosok yang banyak menginspirasi.

“Sejak kecil saya sudah mengenal KH Muchit Muzadi, santri Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari dan orang dekat KH Ahmad Shidiq Perumus Khittah NU. Sebagian buku beliau saya punya, salah satu judulnya : Menjadi NU, Menjadi Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, meski telah berusia 90 tahun, Mbah Muchith masih memiliki semangat yang luar biasa. “Semangat beliau luar biasa membaja. Semoga beliau dipanjangkan umur oleh Allah swt. Beliau bagi saya salah satu jimat sakti yang masih dimiliki NU sekarang,” ungkapnya.

Sumber: NU Online

JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meluncurkan nama-nama yang bakal jadi pengurus masa khidmat 2014-2016 di sekretariat PB PMII, Jalan Salemba Tengah 57 A, Jakarta Pusat, Senin (11/8).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peluncuran kepengurusan kali ini diawali dengan tahlil dan istighosah. Menurut Ketua Umum Terpilih PB PMII 2014-2016, Aminuddin Ma'ruf, hal itu sebagai wujud syukur serta dengan harapan bisa memudahkan jalan kepengurusan ke depan.

"Istighosah dan tahlil sebagai wujud syukur kami dan menyampaikan identitas PMII sebagai organisasi Islam," ujar alumnus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Ditambahkan, kegiatan istighosah dan tahlil kali ini menjadi gebrakan baru di awal kepengurusan dengan harapan setelah peluncuran ada kedekatan emosional antar pengurus.

Selain seluruh Badan Pengurus Harian (BPH), hadir pula Sesepuh PMII KH Nuril Huda, Ketua Umum (Ketum) PB PMII 2011-2013 Addin Jauharuddin serta Perwakilan Pengurus Kopri PB PMII 2011-2013, Endang Estiyanti.

"Hari ini diiumumkan para pengurus harian di PB PMII sebagai persiapan pelantikan yang akan datang," pungkas Amin.

Disamping pengurus PB PMII, juga diumumkan susunan kepengurusan Kopri PB PMII sebagai wadah organisasi putri PMII.

Sumber: NU Online

REMBANG - Pengurus IPNU-IPPNU Sulang kabupaten Rembang merapatkan barisan dengan tujuh belas pengurus ranting yang ada. Di masjid Ar-Rahman desa Rukem, Ahad (10/8) pagi, mereka menggelar sosialisasi perihal bahaya kelompok garis keras yang memaksakan kehendaknya di Indonesia.

Ketua IPNU Sulang Suparno mengatakan, pertemuan Halal Bihalal ini menjadi koordinasi awal setelah Idul Fitri. "Sebagai kader pelajar NU kita mulai menyikapi situasi terkini perihal kelompok yang hendak mengganggu kedaulatan NKRI,” kata Parno.

Parno memperingatkan kadernya untuk mewaspadai paham dan gerakan kelompok yang menentang negara. “Pelajar NU sudah selesai perihal kesetiaan terhadap NKRI,” tandas Parno.

Sementara Wakil Ketua IPNU Rembang Abdul Rokhim menekankan pentingnya kaderisasi sebagai pembekalan ideologi bagi pelajar di Indonesia agar tidak terpengaruh paham lain.

Menurutnya, pelajarlah yang harus diberikan banyak pembekalan agar tidak terpangurus, dan menjadi korban pencucian faham radikal. Karena, pelajar kerap menjadi korban dari paham-paham lain.

Rokhim sepakat dengan kerja pengurus IPNU-IPPNU Sulang yang menempatkan pelajar sebagai penggerak. “Pelajar mesti mengambilinsiatif untuk menangkal segala paham yang meracuni.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” harapnya agar sosialisasi ini diteruskan hingga pengurus ranting IPNU-IPPNU di kecamatan Sulang.

Sumber: NU Online