diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

KUDUS - Haji mabrur adalah sebuah impinan setiap orang dalam menunaikan ibadah di tanah suci Makkah. Menurut Mustasyar PBNU KH Sya'roni Ahmadi, di antara tanda kemabruran seseorang adalah bertambahnya kebaikan dalam diri penyandang predikat tersebut. Orang yang hajinya mabrur tidak akan mengulang perbuatan maksiat.

"Tetapi meraih haji mabrur itu sulit, makanya butuh kehati-hatian dan ketelitian. Kalau masih berbuat kemaksiatan berarti hajinya tidak mabrur," katanya pada saat memberikan tausiyah pada Walimatus Safar di kediaman alumni IPNU Andoko Desa Demaan Kota Kudus, Jawa Tengah, (28/8).

Mengutip sebuah hadits Nabi, KH Sya'roni menegaskan bahwa tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali pasti masuk surga. Oleh karenanya, haji mabrur mesti menjadi tujuan para calon haji.

"Apalagi untuk bisa berangkat haji, daftarnya harus antre puluhan tahun lamanya. Sangat eman (sayang sekali) bila tidak meraih haji mabrur," tandas ulama kharismatik asal Kudus ini.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIHNU) Kudus H. Shodiqun. Dikatakan, KBIHNU akan berusaha membantu membimbing jamaahnya mulai dari manasik haji hingga mendampingi di tanah suci.

" Harapannya, jamaah bisa menunaikan rukun dan wajib haji secara benar dan tertib sehingga betul-betul pulang ke tanah air nantinya menyandang haji mabrur," katanya kepada NU Online di sela-sela Musyawarah Kerja Cabang NU Kudus, Ahad (31/8).

Sumber: NU Online

Berita tentang usulan Saudi untuk memindahkan makam Nabi Muhammad dari masjid Nabawi di Medinah menjadi trending di media sosial.

Laporan di harian koran The Independent berjudul 'Saudi menghadapi risiko perpecahan baru dengan usulan memindahkan makam Nabi Muhammad' itu mengutip usulan dalam dokumen oleh seorang akademisi yang beredar di antara para pengawas Masjid Nabawi, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Namun rencana itu diangkat akademisi lain yang mengkritik dirusaknya tempat-tempat suci dan artefak di Mekah.

Makam Nabi Muhammad terletak di kubah hijau di dalam masjid dan dikunjungi jutaan jemaah haji dan merupakan tempat suci kedua bagi umat Islam.

Ulama Saudi garis keras atau Wahabi telah lama memfatwakan melarang penyembahan benda atau "orang suci", sebuah praktek yang dianggap "syirik" atau berhala.

Dr Alawi, direktur Islamic Heritage Research Foundation, seperti NU Online kutip dari The Independent mengatakan : "Orang-orang mengunjungi ruangan keluarga Nabi hidup, dan kemudian menuju tempat pemakaman untuk berdoa.

"Sekarang mereka ingin mencegah peziarah mengunjungi dan menghormati makam karena mereka percaya bahwa ini adalah syirik, atau penyembahan berhala. Tapi satu-satunya untuk menghentikan Muslim mengunjungi Nabi adalah membawa makam tersebut keluar (dari masjid) dan memasukkannya ke pemakaman (umum). "

Dr Alawi juga mengatakan rencana tersebut meliputi penghancuran kubah hijau yang menutupi makam Nabi.

Nabi dihormati oleh kedua cabang Islam, Sunni dan Syiah. Sekte Wahabi merupakan cabang dari Sunni, namun membongkar makam Nabi dapat mengobarkan ketegangan antara kedua kelompok tersebut.

Muslim Sunni mainstream akan sama terkejutnya atas upaya pembongkaran makam nabi sebagaimana kelompok Syiah, kata Dr Alawi.

The Independent sebelumnya mengungkapkan bagaimana ekspansi bernilai miliaran pound sterling Masjidil Haram telah, menurut Gulf Institute yang berbasis di Washington, menyebabkan kerusakan hingga 95 persen bangunan tua berusia lebih dari seribu tahun dan digantikan dengan hotel mewah, apartemen dan pusat perbelanjaan.

Raja Abdullah telah menunjuk ulama Wahabi terkemuka dan imam dari Masjidil Haram, Abdul Rahman al-Sudais, untuk mengawasi proyek perluasan yang diperlukan untuk menambah jumlah kapasitas perziarah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dr Alawi mengatakan dokumen konsultasi untuk Masjid al-Nabawi di Madinah dibuat oleh akademisi terkemuka Saudi Dr Ali bin Abdulaziz al-Shabal dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University di Riyadh, telah diedarkan kepada Komite Kepresidenan.

Beberapa halaman dari dokumen konsultasi baru saja dipublikasikan dalam jurnal kepresidenan. Mereka menyerukan penghancuran kamar sekitar makam - yang digunakan oleh istri dan anak perempuan Nabi, dan dihormati oleh Syiah karena hubungan mereka dengan putri bungsunya, Fatimah.

Dokumen itu juga menyerukan penghancuran kubah hijau, yang meliputi makam dan tempat tinggal dan pengangkatan kerangka tubuh Nabi ke pemakaman di dekatnya, al Baqi.

Al-Baqi merupakan area pemakaman yang sudah banyak berisi kerangka tubuh keluarga Nabi, termasuk ayahnya yang dipindahkan ke sana pada 1970-an, kata Dr Alawi. Pada tahun 1924 semua nisan telah dihapus, sehingga jamaah tidak akan tahu siapa yang dimakamkan di sana, dan jadi tidak bisa berdoa kepada mereka.

"Nabi akan anonim," tambah Dr Alawi. "Segala sesuatu di sekitar masjid Nabi telah hancur oleh buldoser. Begitu mereka telah menghapus segala sesuatunya, mereka bisa bergerak menuju masjid. Imam masjid mungkin mengatakan ada kebutuhan untuk memperluas masjid dan melakukannya dengan cara itu, sementara mata dunia berada di Irak dan Suriah. Kuburan Nabi Muhamad dihormati oleh Sunni aliran utama, yang tidak pernah akan melakukannya. Hal ini sama pentingnya bagi Syiah juga, yang memuliakan putri Nabi, Fatimah.

"Saya yakin akan ada kejutan di seluruh dunia. Ini akan menyebabkan kemarahan. "

The Independent tidak dapat menghubungi kedutaan Arab Saudi, tapi dalam sebuah pernyataan tahun lalu mengatakan: "Perkembangan Masjid Suci Makkah al Mukarramah-[Mekah] merupakan subjek yang sangat penting dan dalam kapasitasnya sebagai penjaga dua masjid suci tersebut, akan melakukan langkah yang sangat serius. Peran ini merupakan inti dari prinsip-prinsip Arab Saudi didirikan."

Sumber: NU Online

SEMARANG - Pengurus Lakpesdam NU Jawa Tengah Tedi Kholiluddin melacak paham garis keras kelompok ISIS. Secara genealogi, menurut Tedi, ideologi radikal Islamic State of Iraq dan Suriah bermuara pada paham gerakan Ikhwanul Muslimin yang lahir pada 1920 di Mesir.

“Dari Ikhwanul Muslimin kemudian lahir kelompok Al-Qaedah yang dipimpin Usamah bin Laden. Setelah itu, hadir ISIS yang jauh lebih dekstruktif dibandingkan Al-Qaedah,” terang Tedi dalam dialog kebangsaan yang diinisiai DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia di rumah makan Sate House jalan Imam Bonjol, Semarang, Selasa (2/9).

Semua agama, Tedi menambahkan, memiliki potensi untuk menjadi ektrem. Kelompok mereka ditandai dengan penafsiran agama secara literal di samping memiliki kecenderungan pada partikularitas.

“Taat secara buta pada otoritas pemimpin agama dan masih memimpikan zaman keemasan Islam dahulu,” demikian Tedi menerangkan pola khusus gerakan-gerakan ekstrem.

Tampak hadir dalam dialog kebangsaan ini unsur PMII Semarang, IPNU-IPPNU Semarang, FKPPI kota Semarang, HMI Semarang, Liga Mahasiswa Nasional Demokrat, Pemuda Pancasila, dan sejumlah OKP di Semarang

Sumber: NU Online

JAKARTA - Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) melebarkan jaringannya ke seluruh dunia dan mengajar para militan dari berbagai negara untuk bergabung dan bertempur bersama mereka.

Sampai saat ini, dilaporkan ratusan militan dari Australia, Jerman, Inggris dan sejumlah negara lain telah pergi ke wilayah yang kini dikuasai ISIS. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 70 orang telah berangkat ke Irak dan Suriah.

Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Luthfi A Tamimi menyatakan, tidak mungkin para militan tersebut berangkat sendirian ke Irak dan Suriah dan mendaftar “Hai, saya mendaftar menjadi ISIS.” Menurutnya, pasti ada jaringan yang mengkoordinir upaya pemberangkatan para militan tersebut.

“Karena itu, kita minta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menelusuri siapa koordinator yang memberangkatkannya,” jelasnya.

Jika berhasil diketahui siapa koordinatornya, hal ini bisa mencegah semakin banyaknya orang Indonesia yang berangkat ke sana. Para militan yang kembali dari lokasi perang, bisa menyebarkan paham radikalnya kepada orang lain.

Sumber: NU Online

KUDUS - Wakil Bupati Kudus H Abdul Hamid mendukung perjuangan NU dalam mewujudkan masyarakat berakhlaq dan berilmu di tengah masyarakat. H Hamid mengapresiasi kontribusi besar NU dalam memperbaiki mental masyarakat dalam konteks berbangsa dan bernegara.

"Kita merasa bersyukur, NU di mana-mana menghasilkan generasi cerdas, jujur dan mementingkan kebutuhan umat,” kata H Hamid saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kudus di aula MANU Banat Kudus, Ahad (31/8).

Di hadapan pengurus cabang, lajnah dan lembaga NU Kudus, Abdul Hamid mengucapkan terima kasih atas peran pendidikan NU terutama yang dikembangkan pondok pesantren. Keberadaan pesantren di Kudus mampu menanamkan nilai-nilai agama sebagai subyek untuk mewujudkan tatanan masyarakat secara material dan spiritual.

"NU membawa keberkahan, kedamaian yang sesuai prinsip jati diri sebagai ormas kebangsaan serta mengembangkan Islam rahmatan lil Alamin,” ujar Hamid yang juga Mustasyar PCNU Kudus ini.

Nahdlatul Ulama, tambah Hamid, memiliki tanggung jawab besar terhadap umat. "Harapan pemerintah, NU Kudus terus memainkan peran antara intelektualitas, moralitas, religiusitas dan memfungsikannya pada pembangunan,” harapnya.

Sumber: NU Online