diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

Waketum PBNU: Ini 5 Kekuatan NU Sekarang

- Posted in Viral by

YOGYAKARTA - Dalam acara syawalan dan pamitan jamaah calon haji warga NU DIY, Ahad siang (9/7), Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH DR As'ad Said Ali menekankan lima kekuatan NU di masa sekarang ini.

"Saat ini, Nahdlatul Ulama memiliki lima kekuatan utama yang jika itu semua bisa dimanfaatkan, akan menjadi kekuatan yang luar biasa," ujar As'ad di hadapan para pengurus NU DIY, para kiai pemimpin pondok pesantren DIY dan calon jamaah haji DIY di SD NU Yogyakarta.

"Kekuatan pertama adalah para kiai, santri dan para alumni pesantren yang menjadi sumber moralitas dan sumber kebijakan bagi kita semua. Kedua, adalah para intelektual yang ahli dalam berbagai macam ilmu pengetahuan. Saat ini, NU telah memiliki para intelektual muda yang berkompeten di bidangnya," terang As'ad yang pernah tercatat sebagai santri Krapyak.

Kemudian, kekuatan ketiga NU saat adalah para pengusaha NU yang kini semakin banyak. Selanjutnya, kekuatan keempatnya ialah para birokrat yang berlatar belakang NU yang juga semakin banyak jumlahnya.

"Terakhir, kekuatan kelima Nahdlatul Ulama adalah para politikus yang tersebar di berbagai partai politik di Indonesia," tandas As'ad.

Acara yang digelar di halaman SD NU Yogyakarta tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU DIY, baik dari Syuriyah dan Tanfidiyahnya. Selain itu, hadir juga para kiai dan bu nyai yang memimpin pesantren-pesantren di DIY.

Sumber: NU Online

JAKARTA - Ulama Arab Saudi Syekh Mustafa Ibrahim Al Mubarak mengatakan, Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratusy Syeikh KH M Hasyim Asy’ari menjadi idola bagi semua kalangan. Tidak hanya dalam negeri namun juga mancanegara, termasuk di Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan sejumlah fungsionaris DPP PKB dengan pihak Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia. Pertemuan yang digelar di lantai 1 Graha Gus Dur DPP PKB Jl Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat, Senin (8/9) siang, berlangsung seru dan hangat.

Mustafa Ibrahim Al Mubarak yang turut serta rombongan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyebut Mbah Hasyim merupakan prototipe ulama yang handal. Buku-buku karya KH M Hasyim Asy’ari dibacanya secara menyeluruh.

Kiai muda asal Majalengka yang juga caleg terpilih dari PKB KH Maman Imanulhaq menceritakan, ulama Saudi itu menyebut ada satu buku tentang kecintaan Mbah Hasyim kepada Rasulullah SAW. Dia ingin buku tersebut dicetak ulang dan disebarluaskan.

“Saya ingin kitab karya Hadratusy Syeikh tentang kecintaan kepada Nabi berjudul Nurul Mubin Fi Mahabbati Sayyidi l-Mursalin dicetak ulang. Dan saya siap membiayainya,” tutur Kang Maman menirukan pernyataan ulama Saudi tersebut.

Mereka melihat, lanjut Kang Maman, bahwa Mbah Hasyim adalah contoh ulama yang mampu menumbuhkan kembali nilai syariat Islam tetapi juga menghargai nilai-nilai kearifan lokal. Sebaiknya juga, mereka mengatakan bahwa Mbah Hasyim lahir dari sebuah negara yang memiliki sebuah tradisi yang kuat tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman yang juga kuat.

“Seperti misalnya, membolehkan berziarah tetapi tidak boleh menyembah makam. Boleh menggelar acara tertentu namun juga ada batasan tertentu,” katanya.

Kiai muda yang juga Pengasuh Pesantren al-Mizan Majalengka Jawa Barat ini menambahkan mereka sangat mengagumi kiprah Mbah Hasyim dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dalam mengawal proses berdirinya republik ini

Sumber: NU Online

GUNUNGKIDUL - Yayasan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman bekerja sama dengan PCNU kabupaten Gunungkidul serta disponsori oleh PT TOA menggelar "Pendidikan dan Latihan Muharrik atau Kader Penggerak Masjid" untuk wilayah Gunungkidul pada Sabtu, 06 September 2014

Sebagai koordinator penyelenggara, Yayasan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran memusatkan kegiatan tersebut di pesantren baru yang diberi nama "Hajar 'Aswad" yang berada di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, DIY. Tak kurang dari 150 peserta dari utusan Masjid NU se Kabupaten Gunungkidul aktif mengikuti diklat ini.

Secara resmi acara dibuka Ketua PCNU Gunungkidul H Masdjuri. Turut hadir pula muspika kecamatan Ngawen.

Ketua PCNU Gunungkidul mendorong diklat yang berlangsung selama sehari penuh ini akan melahirkan para penggerak (muharrik) masjid sejati, tak hanya untuk kemakmuran masjid tapi juga jamaahnya. Menurut dia, masjid harus direvitalisasi fungsinya untuk menjawab problem sekelilingnya.

Pelatihan tersebut diisi KH Abdul Manan A Ghani yang merupakan Pengurus Pusat Lembaga Takmirul Masajid Nahdlatul Ulama.

"LTMNU berharap, dari setiap peserta yang mengikuti diklat muharrik ini dapat mendampingi minimal 10 masjid," ujar Kiai Manan.

Pada Kiai Abdul Manan menandaskan, bahwa di Indonesia saat ini terdapat sekitar 1.070.000 masjid dan mushalla. Dari jumlah itu sekitar 80 persen dibagun warga NU.

"Warga NU masih gemar membangun masjid atau mushalla tapi belum gemar memakmurkannya," katanya.

Untuk memakmurkan masjid atau mushalla itu lanjut Abdul Manan A Ghani, LTM PBNU menggalakkan program gerakan infaq dan sadakah memakmurkan masjid (Gismas).

Sumber: NU Online

KUDUS - Pejabat Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali menunjukkan kepiawiannya dalam melukis, Beberapa karya lukisnya Sabtu (6/8) kemarin dipamerkan sebagai rangkaian acara “Selametan 70 Tahun Gus Mus” di Balairung Universitas PGRI Semaran, Jawa Tengah.

Lukisannya yang dipamerkan itu antara lain berupa kaligrafi, lukisan nikotin dan tinta di atas amplop, hingga lukisan besar di atas kanvas. Judul-judul karya tersebut, di antaranya Hanya Lafal, Mulut-mulut, Pencitraan, O,Islamku, Potret Diri, Sujud, Tuhan yang Akan Menolongku, Bismillah, Alif, dan lainnya.

Beberapa pengunjung pameran mengapresiasi karya kiai yang juga penyair, penulis, dan pelukis itu. Ketua umum PBNU KH Said Agil Siraj yang hadir merasa kagum terhadap Gus Mus yang disebutnya sebagai sosok langka.

"Karya Gus Mus sangat dalam maknanya karena lukisannya menyikapi berbagai hal terutama keislaman," kata Kang Said yang seketika itu membeli sebuah lukisan Gus Mus yang berlabel O.Islamku..! berukuran 70 x 90 cm.

Pegiat tari Sufi Kiai Budi Harjono menilai Gus Mus adalah sosok prasojo (sederhana) tetapi mampu menampilkan pesona. Gus Mus bisa dilihat dari berbagai sudut pandang kekiaian, kapabilitasnya dan kekuatan dirinya sebagai seorang penyair, serta karya lukisnya yang berkarakter sesuai universialitasnya.

"Terlebih lagi Gus Mus didukung pesantrennya dengan literaturnya yang selalu menjaga kekuatan sastra yang berangkat dari dalil dan nash," katanya kepada NU Online.

Seorang pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Yogyakarta, Karsono, juga mengaku kagum dengan ketokohan Gus Mus. "Siapa pun sudah tahu Gus Mus itu lengkap, mulai kiai, penyair dan pelukis. Karyanya sangat menarik penuh makna," katanya singkat.

Pada 28 September-5 Oktober 2013 lalu, Gus Mus juga memamerkan lukisan dan puisi bertajuk "Rukun Lima" di Bandung, Jawa Barat. Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang ini memamerkan karyanya bersama empat penyair dan pelukis lain, yaitu Jeihan Sukmantoro, Sapardi Djoko Damono, D. Zawawi Imron, dan Acep Zamzam Noor.

Sumber: NU Online

SIDOARJO - Penerapan kurikulum 2013 secara serentak sudah dimulai pada tahun pelajaran 2014-2015. Salah satu perubahan kurikulum 2013 ialah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Hal ini berpengaruh terhadap bentuk evaluasi pembelajarannya.

Untuk memfasilitasi guru SD/MI, Lemabaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan sehari aplikasi penilaian kurikulum 2013, Ahad (7/9) di gedung Pusdiklat LP Ma’arif NU Jawa Timur Waru, Sidoarjo. Peserta yang berjumlah 56 orang berasal dari guru tingkat SD/MI di lingkungan Ma’arif NU Jawa Timur.

“Pelatihan aplikasi penilaian ini merupakan tindak lanjut workshop dan pelatihan kurikulum 2013 tahun lalu,” kata Amin Hasan Wakil Sekretaris PW LP Ma’arif NU Jawa Timur bidang pendidikan dan pelatihan.

Amin menambahkan pelatihan ini mempunyai target membantu guru-guru supaya mudah dalam melaksanakan penilaian terhadap peserta didik sesuai dengan kurikulum 2013.

“Ini (penilaian) sangat mudah karena sudah dibuat dengan program aplikasi berbasis excel dan macro dan sesuai dengan rubrik penilaian yang ada di kurikulum 2013,” kata Abdullah Sani, salah satu narasumber yang juga pencipta program aplikasi penilaian kurikulum 2013 di depan peserta pelatihan. “Sekali lagi ini sangat gampang pang pang.”

Abdullah Sani yang juga wakil ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru di lingkungan Maarif NU semakin meningkat dalam menerapkan model pembelajaran kurikulum 2013. Secara berkelanjutan, penilaian otentik yang dilakukan terhadap peserta didiknya juga sesuai dengan semangat diterapkannnya kurikulum 2013.

“Yaitu bagaimana menilai sikap spritual, sikap sosial, ketrampilan dan pengetahuan anak yang semuanya berbentuk uraian tidak lagi angka-angka,” lanjut pakar kurikulum 2013 ini.

Sesuai jadwal, tim sekretariat Pusdikklat LP Maarif Jawa timur mulai bulan Maret sampai September, pelatihan aplikasi penilaian sudah memasuki angkatan yang keempat. Angkatan pertama (1-2/3) diikuti 45 orang peserta, angkatan kedua (8-9/3) dengan 40 peserta dan angkatan ketiga (5/9) diikuti sebanyak 60 orang. Hari ini (7/9) adalah angkatan keempat dengan 56 orang peserta. “Sudah ada beberapa angkatan lagi yang akan mengikuti pelatihan ini sampai bulan Oktober,” kata Nur Kholis Kepala Sekretariat Pusdiklat LP Maarif NU Jawa Timur.

Sumber: NU Online

Komnas Haji mendesak perlunya Kemenag RI melakukan moratorium permanen bagi keberangkatan calon jamaah yang pernah melaksanakan ibadah haji. Kemenag RI harus mengambil kebijakan tegas demi memberikan kesempatan bagi mereka yang belum pernah melakukan ibadah haji di tengah panjangnya antrean calon jamaah haji Indonesia.

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, Kemenag RI pada musim haji 2013 lalu meloloskan sebesar 1 persen jamaah haji yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji. “Ini tidak boleh terulang kembali,” kata Mustolih kepada NU Online, Ahad (7/9) siang.

Ia mengutip penelitian Ombudsman Republik Indonesia yang menyebutkan daftar tunggu keberangkatan calon jamaah haji sudah di atas sepuluh tahun. Artinya, apabila ada orang mendaftarkan dirinya pada tahun 2014, maka sepuluh tahun kemudian baru dapat berangkat ke tanah suci.

“Di wilayah Jabodetabek daftar tunggunya sudah 12 tahun, NTB 13 tahun, Sulawesi 21 tahun, Jawa Timur 15 tahun,” Mustolih menyayangkan lamanya daftar tunggu jamaah haji Indonesia.

Mustolih menambahkan, selama Kemenag RI masih menerima pendaftaran bagi mereka yang sudah berangkat haji, maka kesempatan orang yang belum pernah naik haji terhalang.

Kalau bukan moratorium, Kemenag RI harus membuat jeda panjang sekurangnya 10 tahun bagi pendaftaran mereka yang sudah pergi haji. “Jadi mereka dapat berangkat haji berikutnya sepuluh tahun setelah keberangkatan sebelumnya. Demikian seterusnya,” pungkas Mustolih. (Alhafiz K)

Sumber: NU Online