diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

Sampang,
Sebanyak 30 orang mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Sampang di Aula Aswaja Centre Sampang.

Ketua LPBI NU Sampang Moh Jailani pada kegiatan Ahad (29/11) tersebut mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan lembaga LPBI NU kepada kalangan masyarakat, membangun pemahaman dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana serta mendorong peran aktif warga dalam penanganan darurat bencana.

Direktur Aswaja Centre PCNU Sampang, KH Sholahurrabbani membuka acara ini secara resmi, sekaligus menyampaikan materi nilai-nilai Aswaja yang bersinggungan dengan isu lingkungan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00-15.00 WIB ini menghadirkan pemateri, diantaranya; Hery, Ketua Tagana Sampang (Penanggulangan Bencana), Arif Aulia, BPBD Sampang (Isu Pengurangan Risiko Bencana di Sampanag), Ferry, Radar Madura (Seputar Perubahan Iklim dan Bencana dalam Media). (Red: Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

PCNU Probolinggo Rutinkan Kajian Aswaja

- Posted in Viral by

Probolinggo, Pengurus Cabang Aswaja NU Center Kota Probolinggo, Ahad (29/11) pagi menggelar kajian dan diskusi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo. Kegiatan yang biasanya digelar di aula Kantor PCNU Kota Probolinggo ini diikuti oleh 500 orang peserta, tidak hanya Nahdliyin saja tetapi juga masyarakat umum.

Narasumber yang memberikan kajian adalah para pakar dari berbagai latar belakang. Seperti Dr. Ainurrofiq dari Jombang, Ustadz Agus Hasan Basori dari Malang, Ustadz Ahyat dan Ustadz Qusyairi Ismail dari Pondok Pesantren Sidogiri, Kraton Kabupaten Pasuruan.

Ketua PC Aswaja NU Center Kota Probolinggo Kiai Nizar Irsyad mengungkapkan bahwa kajian dan diskusi Aswaja ini dimaksudkan untuk memperkaya khazanah wawasan pengetahuan tentang Aswaja sehingga mampu membentengi diri dari paham di luar Aswaja.

“Di mana tujuan untuk memperkuat dan membentengi umat dari paham di luar Ahlussunnah wal Jamaah. Sebab saat ini sudah banyak paham-paham baru yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri mengharapkan agar melalui kegiatan ini masyarakat tahu bagaimana cara membentengi diri dari paham-paham baru di luar Aswaja dikalangan masyarakat yang berakibat pada terganggunya dan terusiknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ke depan, kajian-kajian seperti ini akan dilakukan secara rutin dan terbuka untuk umum. Sehingga masyarakat umum yang ada di Kota Probolinggo bisa ikut ambil bagian di dalamnya. Tentunya dengan format yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kajian dan diskusi Aswaja ini dihadiri oleh para jajaran pengurus PCNU Kota Probolinggo, Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom (Banom). Seperti, Wakil Rais Syuriyah KH. Mas Lubabul Khoir, KH. Muhammad Nasrullah dan Kiai Nizar Irsyad yang juga Ketua PC Aswaja NU Center Kota Probolinggo. Hadir pula Katib Syuriyah Kiai Muhtarom, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Ahmad Hudri dan H. Abdul Halim, Wakil Sekretaris Fauzi serta Bendahara H. Sukarjo dan Abdul Aziz Nor. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Sumber: NU Online

Pati, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengajak dan mengajarkan warga sekitar cara berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sampah yang kerap menumpuk sia-sia.

“Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli polybag untuk menawan sayuran seperti sledri, sawi, kangkung, bayam, cabe dan lain sebagainya.” jelas Siswanto, penanggung jawab Devisi Litbang Lakpesdam Pati, Senin (30/11).

Gerakan ini diharapkan menjadi solusi bagi aksi hijau di tengah keterbatasan lahan dan pemanfaatan sampah yang semakin melimpah ruah. Lakpesdam NU Pati membuat percontohan di rumah-rumah pengurus terlebih dahulu, untuk kemudian ditiru masyarakat.

“Untuk kali ini rumahnya Khoirun Niam di desa Plukaran Gembong Pati, yaitu pengurus Lakpesdam dari Devisi Kajian dan Penerbitan sebagai tempat percontohan, menanam sledri di media tanam dari plastik bekas,” ujar Ratna Andi Irawan, Ketua Lakpesdam NU Pati

Ke depan diharapkan masyarakat Pati bisa berkebun sendiri di lahan sempit, bisa di depan ataupun samping rumah. Media tanamnya pun bisa cukup dengan memanfaatkan barang-barang rumah tangga yang sudah tak terpakai. Selain mengurangi penumpukan sampah, kegiatan kreatif ini bisa sedikit menghemat anggaran dapur karena sawi, sledri, kangkung, bayam, atau cabe dapat dipetik dari kebun sendiri.

Siswanto menambahkan, dalam waktu dekat ini Lakpesdam NU akan mengadakan pelatihan tentang menumpuk rupiah dari sampah. Peserta akan diberikan pemahaman bahwa sampah bisa bernilai ekonomis apabila kita mengetahui cara mengelolanya. (Red: Mahbib)

Sumber: NU Online

Waykanan,
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung Triwana di Blambangan Umpu, Selasa (1/12) mengajak masyarakat daerah itu untuk bersama-sama menciptakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) berkualitas dengan menolak segala bentuk politik uang.

"Kita perlu bersama-sama mengawasi pelaksanaan Pilkada di Waykanan agar tidak terjadi politik uang. Karena itu, kami mengapresiasi Gerakan Pemuda Ansor yang telah mengajak pemilih pemula dan masyarakat menolak politik uang," kata Dosen STAI Al Ma'arif Baradatu itu.

PC GP Ansor Waykanan pada Rabu, 18 November 2015 di acara Festival Bhineka Tunggal Ika berlangsung di SMAN 2 Blambangan Umpu, Kampung Sidoarjo, Kecamatan Blambangan Umpu mengajak pemilih pemula, Aparatur Sipil Negara dan guru untuk berpose membawa seruan anti golput dan menolak politik uang dan selanjutnya dipublikasikan melalui media sosial.

Upaya serupa juga dilakukan PC GP Ansor Waykanan pada 29 November 2015 di lapangan Sriwijaya, Kecamatan Baradatu pada acara "Jalan Sehat dan Panggung Demokrasi" digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

"Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Waykanan mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas upaya Gerakan Pemuda Ansor yang memberi perhatian agar Pilkada di daerah ini berkualitas dengan menyerukan anti politik uang. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat Waykanan untuk berpartisipasi aktif menolak politik uang," pungkas Triwana. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Jakarta, NU Online
Muslimat NU menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) pada Jumat (4/12) hingga Senin (7/12).  Berbagai topik akan dibahas oleh organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini, mulai dari masalah keagamaan, kesehatan, sosialisasi BPJS dan Program Taman Anak Sejahtera.

Rakernas ini bertema "Konsolidasi  Organisasi Menuju Kemandirian Muslimat NU". Dalam forum ini, Rakernas yang dirangkaikan dengan launching Program Taman Anak Sejahtera akan dihadiri beberapa pengurus dari 33 pimpinan wilayah dan beberapa cabang yang berprestasi/ role model  yang berjumlah sekitar 200 peserta.

"Dalam Rakernas ini, PP Muslimat NU  akan mensosialisasikan BPJS, karena ada beberapa kelemahan di kalangan nahdliyin yang menyebabkan rendahnya keikutsertaan warga nahdliyin terutama Muslimat  untuk mengikuti  BPJS ini," kata Ketua OC Rakernas PP Muslimat NU Dr. Hj. Wan Nendra Komaruddin  dalam keteranganya di kantor PP Muslimat NU.

Ia mengatakan, Konsentrasi yang lain dalam pembahasan di Rakernas ini adalah tentang kesehatan. "Muslimat akan konsen didalam pengelolaan klinik Pratama, dibawah koordinasi PP Muslimat NU tentunya" imbuhnya.

Rakernas ini dibuka oleh Menteri Sosial  Khofifah Indar Parawansa. "Selain itu, dalam Rakernas ini akan diadakan konsolidasi,  serta  pemberian informasi kepada seluruh PW, bagaimana manajemen yang baik jika  PP Muslimat ingin membangun Klinik, terutama dalam pengurusan izinnya," ucap Dr Ined.  (wini/abdullah alawi)

Sumber: NU Online

Kiai Kampung Merupakan Basis Kekuatan NU

- Posted in Viral by

Malang,
Para Imam tahlil di kampung-kampung adalah salah satu di antara para pejuang Nahdlatul Ulama dan pesantren. Keberadaannya membuat NU sebagai pesantren besar dan Pesantren sebagai NU kecil mengakar secara kuat di Nusantara ini. Para kiai kampung mulai tingkat RT-RW dan kiai pesantren merupakan basis kekuatan NU. Oleh karena itu adalah masuk akal jika NU senantiasa mengelola dan memberdayakan mereka. 

Demikian dikatakan Gus Luqman Ahsanul Karom saat ditemui di Pesantren PPAI An-Nahdliyah, Senin (30/11) kemarin.

“Keberadaan jamaah tahlil yang ada mulai tingkat RT-RW dan pesantren adalah aset yang berharga. Oleh karenanya maka mereka harus diberdayakan sebagai corong dakwah NU,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa peran para imam jamaah tahlil memang tidak bisa dianggap kecil sebagai juru dakwah NU dan amaliahnya. Begitu juga pesantren sebagai pusat kaderisasi NU baik dari segi ajaran maupun gerakan.

“Meskipun jamaah tahlil di lingkup RT-RW terlihat sedikit sekalipun, tapi mereka dalam mayoritas daerah di Indonesia kan ada. Dan merekalah yang menyampaikan ajaran-ajaran Islam ala NU dalam komunitas kecilnya. Minimal mereka mendakwahkan agar para warganya dididik di pesantren. Dan sisi lain pesantren juga telah membantu menyediakan calon-calon pemimpin tahlil untuk kemudian hari,” papar alumnus pascasarjana Unisma Program Studi Bahasa Inggris ini.

Dalam penilaian dirinya, pemberdayaan dan reorientasi imam tahlil menjadi sangat penting di masa sekarang ini, dimana aliran-aliran yang mengerogoti NU dari berbagai sisi telah banyak berkembang di Indonesia pascareformasi.

“Jadi saya secara pribadi menginginkan NU memiliki strategi khusus untuk memberdayakan dan memberikan orientasi serta wawasan keislaman yang lebih luas pada mereka para imam tahlil di kampung itu,” pungkasnya. (Ahmad Nur Kholis/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

Sidoarjo
Pasang surut jumlah maupun kualitas kader di sebuah organisasi sudah menjadi hal biasa, tak terkecuali di PMII. Setelah dua tahun berturut-turut tidak melaksanakan masa penerimaan anggota baru (Mapaba) mandiri, akhirnya PK PMII Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengadakan Mapaba ke-16 yang digelar di Trawas Mojokerto, Sabtu-Ahad, 28-29 Novembers 2015.

Dengan kerja keras, para pengurus PK PMII Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) serta semangat juangnya, akhirnya bisa mengadakan mapaba ke-16 ini. Sebanyak 20 orang ikut Mapaba kali ini. Komisariat PMII Umsida ingin membuktikan ghiroh perjuangan membara meskipun harus berharap dengan berbagai rintangan yang ada.

"Segala hal, daya, dan upaya dilakukan demi mengembalikan kejayaan organisasi kita. Pengawalan anggota menjadi sangat penting setelah pelaksanaan Mapaba ini. Tidak cukup seseorang hanya menjadi anggota mu'taqid PMII. Kita dorong supaya nanti menjadi kader mujahid bahkan sampai menjadi kader mujtahid," kata ketua komisariat PMII Umsida Lukman Efendy dari Fakultas Pertanian, Senin (30/11).

Lukman menegaskan bahwa PMII Umsida yang merupakan embrio PMII Sidoarjo telah bangkit dan membuktikan kedigdayaannya. Di sela-sela  Mapaba, para anggota berkumpul dengan para alumni PMII Umsida untuk berbagi pengalaman dan memberi motivasi.

Ketua PC PMII Sidorajo, Gigin Anggi Zuarinsa berpesan kepada para pengurus komisariat PMII Umsida untuk tetap sabar dan ikhlas dalam berproses. Karena Umsida basisnya mahasiswa Muhammadiyah, dan persaingan ideologinya sangat ketat. Hal ini berbeda dengan komisariat Unusida, Umaha, IAI Al-Khoziny serta Unsuri yang merupakan kampus berbasis NU.

"Kader-kader Umsida wajib hukumnya bersatu, dinamis, rukun dan mandiri seperti visi kepengurusan yang ada di PC PMII Sidoarjo," tegas Gigin. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online