diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

Jombang, Momen kongres Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) XVII pada 4-8 Desember 2015 di Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, menjadi ajang pertukaran ide-ide untuk memperbaiki jenjang kaderisasi IPPNU ke depan. Hal ini yang menjadi perbincangan intensif di tingkat cabang IPPNU Jombang.

Aliyah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Kabupaten Jombang, Jawa Timur menegaskan bahwa kaderisasi yang lebih menentukan maju dan tidaknya suatu organisasi. Topik ini, katanya, hendaknya menjadi pembahasan utama dalam kongres nanti, melihat kaderisasi IPPNU masih perlu disempurnakan.

“Kaderisasi juga menjadi penentu progress dan tidaknya suatu organisasi,” katanya kepada saat dihubungi, Kamis (3/12) pagi.

Ia menilai selama ini kaderisasi IPPNU masih belum diperhatikan dengan baik oleh semua tingkat kepengurusan, terlebih lagi batas usia pada anggota, pengurus dan ketua. Padahal pengkaderan NU berjenjang.

“Usia 12 tahun mayoritas sudah lulus SD/MI dan mau masuk SMP/MTs dan seterusnya. Mulai tingkat SMP/MTs dan MA/SMA meraka harus kenal dengan IPNU-IPPNU. Pada usia yang sudah sangat matang mereka bisa masuk Fatayat, Ansor dan NU,” tuturnya.

Batas-batas usia yang seperti ini, kata dia, harus mulai diperhitungkan dan diperbincangkan saat kongres. Bahkan pihaknya mengusulkan untuk ketua umum IPPNU maksimal berusia 27 tahun sesuai hasil Rapimwil pada tanggal 1 Oktober 2015 lalu.

“Kita berkomitmen untuk memperjuangkan batas-batas usia ini dan juga merumuskan strategi jitu dalam menyempurnakan kaderisasi,” ungkapnya.

Aliyah berharap perjalanan kongres IPPNU selama lima hari dapat berjalan sesuai dengan harapan. Ia juga mengungkapkan dalam menentukan pemimpin pada periode selanjutnya tidak boleh gegabah, perlu slekstif melalui informasi terkait perkembangan para kandidat yang mulai ramai diperbincangkan. (Syamsul/Mahbib)

Sumber: NU Online

Jakarta, NU Online
Menteri Agama RI 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menginginkan pesantren dan masyarakat pesantren secara luas mengoptimalkan jaringan internet. Dia juga mengharap dengan adanya internet, komunikasi antarpesantren makin kuat.

Demikian salah satu sari obrolan NU Online dengan Lukman Hakim Saifuddin melalui pesan langsung jejaring sosial twitter, Selasa malam (2/10) yang dimulai pukul 21.37. NU Online menghubunginya dalam rangka menyerap harapan banyak pihak terkait kerja-kerja Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU lima tahun ke depan.

Saat ditanya mengapa internet, Lukman Hakim yang alumni Pesantren Gontor Ponorogo ini menjawab,"Kita hari ini menghadapi dunia baru. Dan dunia baru itu bernama internet, jaringan komunikasi tanpa batas, dengan segala macam bentuknya, menembus waktu secepat kilat tanpa ada yang dapat menghalang-halangi. Pesantren harus menjadi penduduk internet yang aktif dan positif."

"Saya menginginkan jaringan komunikasi antarpesantren yang saling terkoneksi via internet dan memiliki website khusus sebagai media komunikasi. Ini tugas RMI selaku departemen di PBNU yang membidangi kepesantrenan," terangnya.

Selain internet, Lukman Hakim juga mengharapkan RMI segera memiliki database terkait jenis pesantren, keragaman pesantren, hingga kekhasan pesantren-pesantren yang ada di Indonesia, termasuk di dalamnya bidang keahlian para pengasuh dan ulama pesantren.

"Pesantren ini kekayaan Indonesia yang tidak dimiliki negeri muslim di manapun. Dan di dalam pesantren itu sendiri memiliki khazanah yang berbeda-beda yang semuanya tidak hanya mendukung pengembangan dunia Islam, tapi juga kehidupan berbangsa. Saya kira bangunan database ini juga efektif dengan adanya internet. Begitu juga kerja-kerja penyiarannya," jelasnya.

Terkait kaderasi ulama, Lukman Hakim yang putra seorang kiai yang juga mantan menteri agama era Orde Lama KH Saifuddin Zuhri, mengatakan bahwa majelis-majelis bahtsul masail secara periodik penting terus digelar dengan baik.

 "Bahtsul masail, selain menggodog kader-kader pesantren, sekaligus juga bentuk tanggungjawab atas persoalan keumatan." tulis Lukman pukul 23.11.

Rabithah Maahid Islamiyah NU atau asosiasi pesantren NU lahir 20 Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Ma’ahid al-Islamiyah yang dibidani oleh KH Achmad Syaichu dan KH Idham Kholid. RMI termasuk organisasi pesantren pertama di Indonesia. (Red: Mahbib Khoiron)

Sumber: NU Online

Jombang,
Puluhan Santri dan Pelajar Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kabupaten Jombang terlihat antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar KPM Bahrul Ulum bersama Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan (PWI) Perwakilan Jombang.

Kegiatan yang diikuti santri putra dan santri putri yang tergabung dalam KPM BU itu digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren selama dua hari. "Saya minta usai mendapatkan pelatihan jurnalistik ini, santri yang tergabung dalam KPM Bahrul Ulum bisa menghidupkan lagi media pesantren, apakah itu buletin, majalah atau website.”

Kegiatan yang tertajuk Sekolah Jurnalistik Pelajar dan Santri menghadirkan kalangan awak media cetak dan televisi. Mereka antara lain Sutono wartawan Harian Surya, Ramadlan , Syafii, Radio Elshinta, Syaiful Arif, fotografer Antarajatim, Yusuf Wibisono Berita Jatim, dan Amir Metro TV.

"Santri harus terbiasa menulis, apakah itu menulis berita, sejarah. Semuanya bisa ditulis dan dipublikasikan. Ini adalah kesempatan langka, karena seluruh narasumber untuk pelatihan mulai dari catak, online dan TV hadir memberikan materi," ujar Syafi'i, pengurus PWI Perwakilan Jombang mengatakannya.

Santri harus bisa meniru KH Wahab Hasbullah, pendiri pesantren Bahrul Ulum sekaligus pendiri NU, karena ia sudah terjun dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1928. Dengan mendirikan Majalah Warta Nadhatoel Oelama dengan tulisan arab pegon.

"Karenanya santri harus melanjutkan perjuangan Mbah Wahab dalam dunia jurnalistik," imbuhnya.

Syafi’i menambahkannya, Sekolah Jurnalistik bagi pelajar dan santri sengaja digelar untuk memberikan pemahaman bagi kalangan santri pesantren dan pelajar tingkat SMA atau MA di kota santri di tengah arus besar media yang tidak bisa dibendung. "Kita harus bisa ikut mengisi perkembangan arus media, dengan informasi yang benar, dan ini adalah tugas santri kedepan,” jelasnya, Ahad (29/11).

Beberapa materi yang diberikan di antaranya adalah jurnalistik dasar, teknik reportase, teknik menulis berita, teknik wawancara, fotografi, dan video jurnalis, dan produksi media.

Setelah dari pesantren Tambakberas, sekolah jurnalistik juga dilaksanakan di SMA Wahid Hasyim Tebuireng, MTs Bahrul Ulum Ngoro dan juga SMAN 1 Jombang.

“Pelatihan di masing-masing sekolah digelar selama dua hari. Sedangkan materi yang diberikan seputar dasar-dasar jurnalistik. Semisal, teknik reportase, teknik menulis, serta video jurnalis, dan juga fotografi," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

Jakarta, Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan duka mendalam dan mengaku  kehilangan atas kepergian wakil ketua umum  PBNU Hslamet Effendi Yusuf. Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) ini wafat di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu malam (2/12) sekitar pukul 23.00.

“Saya mengenal almarhum sebagai sosok yang rajin dan konsisten dalam membangun kerukunan umat beragama di Tanah Air,” kata Lukman, Kamis (03/12), sebagaimana dilansir Kemenag.go.id

Menurutnya, almarhum adalah sosok politisi yang senantiasa menempatkan agama dalam konteks keindonesiaan. “Wawasan kebangsaan yang dimilikinya menyebabkan almarhum selalu mengaitkan ke-Islaman dengan ke-Indonesiaan,” kata Menag.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai aktivis. Beliau tercatat sebagai Ketua Umum GP Anshor Nahdlatul Ulama selama dua periode. Almarhum juga pernah menjadi anggota DPR  RI dan  Pengurus MUI Pusat.

Selain itu,  almarhum juga dipercaya sebagai Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Menag Lukman menilai kontribusi almarhum dalam meningkatkan kualitas haji  besar. “Sebagai Amirul Hajj dalam dua kali musim haji terakhir, saya banyak menerima masukan perbaikan dari almarhum,” terangnya.

Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka, Kompleks Perumahan Citra Gran, Castle Garden Blok H-5 No. 18 Cibubur Jakarta Timur dari jam 06.00 – 12.00 WIB. Menag Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan bertakziah ke rumah duka setelah me-Launching Produk Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan di Gedung Kemenag Jl. MH. Thamrin yang akan berlangsung mulai jam 09.00 WIB.

Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kekhilafannya. Al-Fatihah. (Mahbib)

Keterangan Foto: Slamet Effendy Yusuf

Sumber: NU Online

Jakarta, Asep Hadian Permana, warga Bandung yang November kemarin melaporkan situs www.voa-islam.com karena dianggap mencemarkan nama baik Gus Dur, PBNU, dan memuat konten kebencian lainnya, kembali mendatangi Bareskrim Polri.

Kedatangan Asep pada Selasa (1/12) pukul 11.00 WIB itu adalah untuk melengkapi laporan dan tuntutan. Ia mengaku mendapat informasi bahwa dari Pihak Bareskrim, pihak Voa-Islam sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

“Saya bersama teman-teman pada hari selasa kemarin, selain menyakinkan bahwa laporan itu memang valid, juga menambahkan tuntutan,” katanya dalam siaran pers, Rabu (2/12) malam.

Tuntutan tersebut antra lain, pihak situs www.voa-islam.com harus meminta maaf kepada keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), PBNU, dan minta maaf kepada seluruh media massa nasional baik cetak maupun online selama 7 hari berturut-turut.

Hal itu dilakukan, imbuhnya, supaya situs-situs penebar kebencian seperti Voa-Islam.com dan situs lain yang serupa bisa merasakan betapa pencemaran nama baik dengan fitnah dan penghasutan adalah tindakan yang salah dan berimplikasi buruk bagi masyarakat. Sehingga, mereka kemudian insaf dan bekerja menjadi insan pers yang baik dan beradab.

“Sebagai warga NU, kami sangat konsen pada kebaikan. Pers sebagai bagian penting di negeri ini juga harus bekerja secara baik, bukan sebagai ajang penebar kebencian, apalagi hal ini dikhawatirkan menyulut dampak kekerasan massal karena menarik-narik amarah golongan,” ujar ketua PC PSNU Pagar Nusa Bandung ini.

Asep menegaskan, aksi menempuh jalur hukum ini juga telah diketahui oleh pengurus PBNU, dan atas nama warga NU, terutama sebagai bagian dari keluarga organisasi Pencak Silat NU Pagar Nusa.

“Sebagai pelapor, kami sangat menanti kiprah Bareskrim Polri agar segera mengusut, mengadili dan menghukum pihak redaksi, terutama pemimpinnya. Dengan demikian, kami berharap pula kasus ini bisa menjadi pelajaran dan membawa hikmah untuk masyarakat,” tuturnya.

Semoga, insan pers semakin maju dan semakin membuat orang cerdas dan terhindar dari sikap fitnah, hasut dan kedengkian, pungkas Asep. (Mahbib)

Sumber: NU Online

Telah menjadi sebuah hal yang wajar jika orang tua memiliki dan menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk meneruskan perjuangan memajukan masyarakat melalui perannya dalam sebuah organisasi. Hal inilah yang senantiasa didengungkan oleh KH Slamet Effendy Yusuf dalam setiap kesempatan dia berinteraksi dengan para generasi dibawahnya.

Dalam sebuah kesempatan setelah rapat dengan para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tak lama setelah pelantikan PBNU periode 2015-2020 dilaksanakan, Wakil Ketua Umum PBNU tersebut turun melalui lift bersama salah satu intelektual muda NU yang saat ini menjabat salah satu Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Dr Abdul Moqsith Ghazali. Adapun penulis saat itu sedang berupaya mewawancarainya terkait visi NU setelah terbentuk kepengurusan baru.

Saat naik lift, pria kelahiran Purwokerto, 12 januari 1948 ini berpesan kepada Abdul Moqsith Ghazali dan seluruh generasi muda NU agar bekerja keras dalam mengurus organisasi dengan merekam, menulis, dan mendokumentasikan hal-hal yang terkait dengan visi, ide, maupun pemikiran di organisasi sebagai warisan yang bersifat terus-menerus untuk generasi ke depannya.

Menurut Ketua PMII Cabang Yogyakarta (1972-1972) ini, generasi muda harus senantiasa merasa gelisah jika kondisi organisasi tidak sesuai harapan. Selanjutnya kaum muda tergerak untuk memperbaikinya dengan mengonsolidasikan kader-kader lain. Hal ini dia lakukan saat menjadi salah satu tim perumus khittah 1926 pada tahun 1983 bersama H Abdurrahman Wahid, HM Said Budairy, dr Fahmi D Saifuddin, Ahmad Bagja, H Mahbub Djunaidi, dan lain-lain. 

Khittah NU tersebut hingga sekarang menjadi keteguhan prinsip bagi NU untuk tidak berpolitik praktis dan konsisten dengan menjalankan politik kerakyatan, politik kebangsaan, dan etika berpolitik sesuai dengan konsep politik tingkat tinggi ala NU yang digagas oleh KH MA Sahal Mahfudz, Rais Aam PBNU 2000-2014.

Pesan-pesan Ketua GP Ansor periode 1985-1995 ini juga dilontarkan saat memberi sambutan dalam acara serah terima kepengurusan PP Lakpesdam NU pada 11 Oktober 2015 lalu di Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, sarjana IAIN Sunan Kalijaga ini mengingatkan, bahwa Lakpesdam merupakan produk pemikiran progresif yang digagas oleh dirinya bersama tim perumus Khittah 1926. Kiai Slamet menjelaskan, Lembaga kajian di NU tersebut Lahir dari pemahaman, bahwa kualitas SDM generasi NU harus ditingkatkan untuk menjaga Khittah 1926 agar tetap berjalan menjadi prinsip organisasi. 

Dalam kesempatan tersebut, lulusan Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini juga terus mendorong kemajuan lembaga-lembaga di NU agar berjalan maksimal dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Sehingga menurutnya, lembaga-lembaga di NU harus terus saling bersinergi dan melengkapi. “Tularkan model-model pengorganisasian yang baik di NU,” tuturnya saat itu.

Kini, Kiai Slamet telah meninggalkan kita semua. Namun demikian, bangsa Indonesia dan warga NU khususnya akan terus mengenang pemikiran, pengabdian, perjuangan, dan jasa-jasanya untuk masyarakat, bangsa, dan negara. 

Kiai Slamet meninggal dunia di usia 67 tahun pada Rabu, 2 Desember 2015 di Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 23.00 WIB saat mengikuti rangkaian kegiatan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Hotel Ibis Styles, Jl Braga Bandung. Dia meninggalkan istri bernama Drs Siti Aniroh. KH Slamet Effendy Yusuf adalah putera pertama dari 4 bersaudara dari pasangan KH Azhari Yusuf dan Hj Umi Kulsum.

Organisasi dan karir Drs KH Slamet Effendy Yusuf, MSi:

  1. Ketua Anak Cabang IPNU Kecamatan Ajibarang, Purwokerto
    2. Anggota Front Pancasila/Kesatuan Aksi Pengganyangan Gestapu, KAPPI Purwokerto
    3. Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1973-1975)
    4. Ketua PMII Cabang Yogyakarta (1972-1973)
    5. Ketua Umum GP Ansor dua periode (1985-1995)
    6. Ketua Departemen Pemuda DPP Golkar (1988-1993)
    7. Pemimpin Redaksi Majalah ARENA (1975-1978)
    8. Wartawan harian umum Pelita (1977-1998)
    9. Ikut mendirikan dan memimpin majalah Forum Keadilan (1989) 
    10. Anggota MPR-RI (1988-1993)
    11. Anggota DPR-RI sejak 1992
    12. Ketua Yayasan Islam Duta Yumika, Purwokerto
    13. Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Dunia, Jakarta
    14. Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat
    15. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (2010-2015)
    16. Wakil Ketua Umum PBNU (2015)
    17. Wakil Ketua Umum MUI Pusat (2015)

(Fathoni)

Sumber: NU Online

Jakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua Umum PBNU H. Slamet Effendy Yusuf dikabarkan wafat di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu malam, (2/12) sekitar pukul 23.00.

Menurut istri almarhum, Siti Aniroh, jenazah suaminya disemayamkan di rumah duka, Perumahan Citra Gran Castle Garden Blok H-5, No 18 Cibubur, Jakarta pada Kamis mulai pukul 06.00 sampai pukul 12.00. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di kampung halaman almarhum, Purwokerto. 

Almarhum adalah mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode, anggota DPR RI, dan Pengurus MUI Pusat. Belum lama ini almarhum juga dipercaya sebagai Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kealfaannya. Al-Fatihah... (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Sidoarjo, NU Online
Menpora Imam Nahrawi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyaksikan babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 yang akan digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis (3/12). Sementara babak final pada Ahad (6/12).

"Mari saksikan semifinal dan final pertandingan sepak bola Liga Santri Nusantara di Gelora Delta Sidoarjo,” katanya kepada NU Online, Rabu (2/12).

Babak semifinal LSN U-17 nanti akan mempertemukan tim dari Pondok Pesantren (PP) Nurul Islam Jember berhadapan dengan PP Nur Iman Sleman. Sedangkan semifinal kedua mempertemukan tim dari PP Darunnajah Garut melawan PP Al Asyariah Tangerang.

Keempat tim tersebut merupakan tim terkuat saat ini dari seluruh pondok pesantren yang ada di Tanah Air setelah mengikuti serangkaian pertandingan dari babak penyisihan yang diikuti 192 tim dari 10 Provinsi, hingga babak delapan besar.

Sebelum pertandingan final LSN edisi perdana ini, akan ada pertandingan persahabatan antara Persebaya Surabaya dan Indonesia All Star untuk memeriahkan acara. Sedangkan, rangkaian final LSN U-17 2015 pada Ahad (6/12) rencananya akan disiarkan secara langsung oleh TVRI mulai pukul 13.00 WIB.

Bagi para juara akan mendapatkan hadiah uang pembinaan senilai Rp100juta dan Piala Menpora. Runner up mendapatkan uang pembinaan senilai Rp 75juta, peringkat ketiga senilai Rp50juta. Panitia juga akan memberikan penghargaan kepada pemain terbaik, top skor dan pelatih terbaik.

Setelah laga final LSN 2015, juga akan digelar acara deklarasi Federasi Olahraga Santri Indonesia (FORSI). Organisasi ini dibentuk sebagai payung dari pendidikan dan pembinaan seluruh cabang olahraga dari kalangan santri. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Jakarta, Menggelar Rapat Koordinasi Nasional bertajuk 'Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Desa', Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengajak semua elemen menguatkan komitmen membangun desa, serta evaluasi program penggunaan dana desa seluruh Indonesia.

Rakornas yang dihadiri oleh 1313 peserta yang terdiri dari para gubernur, bupati/walikota, camat, dan kepala desa untuk mengevaluasi seluruh program dan penggunaan dana desa tahun 2015, sekaligus menetapkan program prioritas dana desa untuk tahun 2016.

"Banyak kendala yang dihadapi dalam penyaluran dana desa. Saat ini dana desa tahap pertama sudah 98 persen dicairkan ke rekening desa dan tahap kedua 81 persen.  Sedangkan untuk tahap ketiga masih menunggu pencairan dari Kementerian Keuangan," ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar di Ancol, Rabu (2/12).

Dalam kesempatan tersebut, Marwan meminta kepada Kementerian Keuangan agar segera menyalurkan dana desa ke desa-desa. "Lambannya penyaluran dana desa yang terbentur birokrasi berbelit," ujarnya.

Melihat fenomena tersebut, Marwan mencoba menginisiasi revisi UU Desa serta Peraturan Pemerintah yang membahas mengenai penyaluran dana desa. Ke depan proses pencairan yang sebelumnya harus ditempuh dalam 3 tahap, yakni 40%, 40%, dan 20%, akan dicairkan hanya melalui satu tahap.  

"Proses pencairan melalui 3 tahap,  tentu menyulitkan kades. Sehingga perlu ditempuh langkah yang lebih efisien. Belum lagi lambannya penyaluran dana desa ke rekening desa, yang menyebabkan lambatnya pembangunan yang terjadi di desa. Oleh karena itu, kita akan revisi UU Desa dan PP-nya," sebutnya.

Selama tahun 2015, masing-masing desa telah menerima dana desa sebesar 300-400 juta. Jumlah tersebut belum ditambah dengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima desa dari APBD. Sedangkan tahun 2016, menurut Marwan, dana desa masih akan ditambah sampai 700 juta per desa. Sehingga rata-rata desa menerima 1-1,2 miliar per desa selama periode 2015/2016.

Di akhir sambutannya Menteri Desa pertama di Indonesia tersebut menyinggung beberapa kepala desa yang menggunakan dana desa tidak sesuai dengan Permendes No. 5 tahun 2015, yakni pembangunan infrastruktur dan saluran irigasi. Jika kedua hal ini sudah terpenuhi, maka dana desa dapat dimanfaatkan untuk membangun pasar desa, embung desa, dan berbagai pengembangan ekonomi kreatif desa.

"Saya dengar dana desa ada yang memanfaatkan untuk bangun kantor desa atau pagar kantor desa, itu tidak benar! Apalagi dana desa buat beli mobil. Tolong masyarakat awasi penggunaannya," tutup Mendes.

Selain mengevaluasi penggunaan dana desa, Menteri Marwan Jafar juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah, bupati, dan kepala desa terbaik dalam membangun sekaligus memberdayakan masyarakat desa. 3 gubernur terbaik yang dianugerahi penghargaan 'Desa Membangun Indonesia' kali ini adalah Gubernur Bali, Gubernur Lampung, dan Gubernur Gorontalo. (Red: Fathoni)

Sumber: NU Online

Pringsewu,
Dalam rangka memperingati lahirnya Keluarga Mahasiswa NU Ke-5 di Universitas Lampung, berbagai kegiatan akan dilaksanakan di Masjid Al Wasi'i Kampus Unila dan Masjid Darul Muawanah Kampung Baru selama lebih kurang 4 hari pada Desember ini.

Salah satu pengurus KMNU Unila Muhammad Nur Hidayat Rosihun mengatakan bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan Khotmil Quran pada Jumat (4/12) dengan menghadirkan hafidz dan hafidzah Provinsi Lampung.

"Selain Khotmil Quran kita juga akan menggelar khotmil kutub di Masjid Al Wasi'i pada Sabtu (5/12)," katanya saat berkunjung ke kantor kontributor Pringsewu, Sabtu (28/11) bersama beberapa orang pengurus KMNU lainnya.

Momen utama kegiatan yang bertema Meneguhkan Karakter Islam Rahmatan lil Alamin Untuk Meniti Langkah Peradaban Generasi NUsantara ini adalah Istighotsah dan Tabligh Akbar yang akan diisi oleh Ustadz Ahmad Bukhori Muslim di Masjid Al Wasi'i pada Sabtu (5/12).

"Setelah Kegiatan utama tersebut, masih ada 2 kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan di Masjid Al Wasi'i pada 12 dan 16 Desember 2015 yaitu Seminar Keputeian dan Malam Cinta Rasul " Kata Rosihun yang merupakan Mahasiswa FKIP Jurusan Fisika. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online