diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

Warga NU Legowo Terima Hasil Pemilukada

- Posted in Viral by

Jember,
Setelah mengkuti Pemilukada pada 9 Desember 2015 kemarin, PCNU Jember meminta warga NU untuk legowo menerima hasilnya. Meski berbeda pilihan, jangan terjadi gesekan baik sesama warga NU dan warga lain.   

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai MN. Harisudin menyebutkan warga ada yang memilih pasangan no 1: H. Sugiarto dan Dwi Karyanto. Ada yang memilih no: 2, dr. Hj. Faida dan KH. A. Muqith Arif.

“Saya harap, warga NU legowo dengan hasil apa pun Pemilukada 9 Desember 2015 ini”, katanya di Kantor Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember Rabu (9/12/).

Ia menekankan lagi, pilihan politik warga NU boleh beda, tapi harus mejaga ukhuwah Nahdliyah. Kemudian berdoa semoga calon terpilih menjadi pemimpin yang amanah.

“Kita sebagai warga NU juga turut mengawalnya agar pemimpin ini dapat bekerja secara maksimal selama lima tahun ke depan untuk perubahan yang lebih baik,” lanjut  kiai muda yang juga dosen Pascasarjana IAIN Jember tersebut.

Demokrasi seperti dalam Pemilukada ini, diakui oleh Kiai Harisudin memiliki beberapa kelemahan. Namun demikian, dibanding dengan sistem yang lain, demokrasi ini jauh lebih baik. Karena itu, domokrasi sebagaimana terejawentah dalam Pemilukada ini diharapkan akan terus dievaluasi sehingga menjadi lebih matang.

“Jadi, jangan kita rusak demokrasi. Apa yang sudah ada, kita sempurnakan sehingga sesuai dengan harapan kita semua”, pungkas kiai yang Ketua Puan Amal Hayati Pondok Pesantren Nuris Jember tersebut.  (Anwari/Abdullah Alawi)     
 

Sumber: NU Online

Probolinggo,
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo ikut ambil bagian dalam penanganan antisipasi terjadinya bencana erupsi Gunung Bromo. Salah satunya dengan membentuk TRC (Tim Reaksi Cepat) bencana khusus erupsi Gunung Bromo.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengungkapkan bahwa TRC ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan menyiapkan segala sesuatunya terkait status siaga gunung Bromo dan sebagai antisipasi ke level awas.

“Yang jelas kami akan menyiapkan masker, kendaraan dan tempat evakuasi serta logistik lain jika nanti situasinya memang mengharuskan harus dilakukan evakuasi,” katanya, Rabu (9/12).

Menurut Muchlis, TRC yang dibentuk oleh GP Ansor ini nantinya bertugas melakukan pencegahan, sosialisasi dan evakuasi kepada masyarakat yang terkena dampak erupsi gunung Bromo.

“Dalam TRC ini kami akan menurunkan 80 orang anggota GP Ansor yang sudah terlatih dan tergabung dalam Banser Tanggap Bencana. Intinya, kami akan menurunkan anggota di setiap titik yang dianggap membutuhkan penanganan,” jelasnya.

Muchlis menerangkan bahwa pembentukan TRC ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada sesama yang sedang terkena musibah dengan harapan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

“Harapan kami keberadaan GP Ansor benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. Jadi tidak hanya sekedar nama saja, tetapi juga ada bukti nyata dan keterlibatan dalam membantu masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Jombang, Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mashasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tengah mengupayakan menjawab persoalan kekerasan seksual yang menyebabkan salah satu terjadinya virus HIV/AIDS menimpa warga Jombang.

Sesuai data yang dirilis Dinas Kesehatan Jombang sejak tahun 2014 hingga bulan terahir tahun 2015 ini, penderita HIV/AIDS di Jombang mencapai 857 orang. Jumlah ini merupakan angka terbanyak setelah kota Surabaya. Kondisi demikian mengundang berbagai pihak untuk menyikapi lebih tegas lagi dalam mencari solusi. Termasuk organisasi kemahasiswaan (Ormawa), PMII setempat.

Rifqie Nurul Hidayat, Ketua Komisariat PMII Hasyim Asy’ari mengatakan, pihaknya telah mengundang beberapa narasumber dan lembaga-lembaga yang menangani persoalan HIV/AIDS. “Kita bersama beberapa pihak dan lembaga-lemabaga yang menangani permasalahan ini mau mendiskusikan intensif hingga ada solusi jitu untuk menekan angka itu,” katanya kepada saat dihubungi, Rabu (9/12).

Ia sudah mengoordinasikan dengan Palupi Pusporini (Direktur WCC Jombang), Nyai Hj Farida Shoalahudin Wahid (Aktivis Perempuan Pesantren), Mulyani Puspita Dewi (Anggota DPRD Jombang) dan Jasmintu, perwakilan dari petinggi Kampus Unhasy Jombang. “Mereka akan menyajikan makalah-makalahnya mengenai persoalan kekerasan seksual dan terkait HIV/AIDS,” tuturnya.

Rifqi, sapaan akrabnya berharap, kegiatan tersebut menjadi ajang pertukaran ide dan pengalaman dalam memberikan berbagai solusi alternatif untuk mencegah persoalan kekerasan seksual dan HIV/AIDS di Jombang. Di samping itu juga ia merasa prihatin dengan kondisi Jombang yang selama ini dikenal sebagai konta santri dan kota beriman. “Agar bisa memberikan solusi alternatif dalam persoalan ini. Jombang sebagai kota santri tidak sepantasnya menempati rangking ke dua penderita HIV/AIDS,” tandasnya.

Kegiatan ini dikemas dengan diskusi publik pada Kamis, (10/12/2015) besok pukul 08.00 WIB hingga rampung di Aula Kampus Unhasy. Panitia mengusung tema ‘Bergandeng Tangan Menghapus Kekerasan Seksual di Kabupaten Jombang’. Mereka juga mengundang perwakilan seluruh mahasiswa se-Jombang. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Sumber: NU Online

Boyolali, NU Online
Usai memilih ketua baru, sebelum dilaksanakan acara penutupan, para peserta Kongres IPNU  ke-XVIII di Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (8/12) dini hari, terlebih dahulu memilih 7 daerah perwakilan untuk menjadi tim formatur.

Setelah diadakan beberapa sesi usulan dari para peserta, diperoleh 7 pimpinan wilayah yang akan menjadi tim formatur. Tim tersebut nantinya akan bertugas untuk menyusun kepengurusan PP IPNU periode 2015-2018.

Ketua terpilih, Asep Irfan Mujahid, yang menjadi ketua tim formatur sekaligus mewakili dari wilayah Jawa Barat akan dibantu 6 nama lain dari wilayah yang sudah ditunjuk. “7 wilayah yang masuk dalam tim formatur yaitu  Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua dan Sulawesi Selatan,” terang Asep, saat dihubungi NU Online, Rabu (9/12).

Ia berharap tim tersebut akan segera melaksanakan tugasnya dengan baik. “Harapannya kami ingin segera menyusun kepengurusan yang lebih efektif dan dapat mencerminkan gerak organisasi,” kata dia.

Pada kepengurusannya mendatang, pelajar kelahiran Ciamis itu juga ingin lebih memperkuat hubungan IPNU dengan banom dan lembaga lain di NU, khususnya dengan RMI dan LP Ma’arif.

“Kita juga akan lebih mendorong terjadinya sinergitas antara RMI, Ma’arif dengan IPNU untuk membantu pengembangan komisariat di sekolah dan pesantren,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Sumber: NU Online

Dua Pengusaha Jepang Masuk Islam di PBNU

- Posted in Viral by

Jakarta, NU Online
Dua pengusaha Jepang bernama Ogawa Hideo (65) dan Suzuki Nobukazu (65) yang juga kelahiran 1950 resmi memeluk agama Islam di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (9/12). Keduanya dibimbing membaca syahadat oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Proses pembacaan syahadat yang berlangsung di lantai 3 PBNU tersebut, disaksikan oleh Ketua PBNU KH Hasyib Wahab, Bendahara PBNU H Bina Suhendra,  dan pengurus-pengurus NU lain.  

Setelah memeluk Islam, Kiai Said menambahkan Muhammad di depan nama Ogawa dan Ahmad untuk Suzuki. Keduanya menerima dengan tersenyum, mengangguk-angguk, sambil mengulang-ulang lafal nama depan barunya tersebut.

Kiai Said mengatakan, dua orang pengusaha Jepang tersebut tertarik masuk Islam dengan kesadaran sendiri, tak ada intervensi siapa pun.

Ia kemudian menjelaskan tentang Islam. Menurutnya, memeluk agama Islam sangat sederhana. Dimulai dengan meyakini adanya Allah, tuhan semesta alam yang hanya satu. Allah tidak punya pembantu, saudara, ayah, anak, dan tempat. Kemudian harus meyakini Nabi Muhammad utusan Allah sebagai nabi terkahir.

“Itu namanya akidah, keyakinan. Selebihnya adalah akhlak. Kalau bicara akhlak, semua agama sama. Setiap agama mengharuskan jujur, tidak pernah bohong, membantu orang tua, hormat orang tua, guru,” kata kiai asal Cirebon tersbut yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.  

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini menambahkan, Islam memiliki kitab suci sebagai sumber ajaran. “Kitab sucinya Al-Quran, tidak pernah berubah sepanjang abad. Islam itu dalam Al-Quran menyebutkan bahwa Islam membawa rahmat, perdamaian, kemajuan, puncaknya kemanusian. Yang terjadi di Timur Tengah (kekerasan dan peperangan, red.) itu tidak memcerminkan Islam yang benar. ISIS bertentangan dengan Islam,” jelasnya.

Ia menambahkan, memeluk agama Islam berarti juga harus menghormati pemeluk agama lain. Nabi Muhammad ketika mendirikan negara Madinah, di situ terdapat umat Muslim, Yahudi, dan agama-agama lain. Mereka diberlakukan sama dan adil di hadapan hukum. “Nabi bersabda, jika memusuhi nonmuslim, berati memusuhi saya,” kata Kang Said menirukan sabdi Nabi.  

Kedua warga Jepang itu, baru seminggu berada di Indonesia. Keduanya adalah pengusaha dalamm perikanan. Ia berjalan-jalan ke pantai-pantai dan laut. Kebetulan ia ditemani salah seorang pengurus NU yang terampil bahasa Jepang.

Di tengah perjalanan itu, pengurus NU tersebut menyebutkan, bahwa rata-rata para nelayan tersebut berafiliasi dengan NU. Mendengar hal itu, kedua warga Jepang ingin menjadi anggota NU. Saat itu pula ia berniat memeluk Islam.

“Merasa menyatu denga ajaran Islam setelah saya mempelajarinya. Ajarannya sama saja dengan di Jepang. Tuhannya berbeda,” kata salah seorang dari mereka dalam bahasa Jepang. Ia berniatkan akan menyebarkan Islam di Jepang. (Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Surabaya, Selasa, (8/12) siang, sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Jawa Timur mengunjungi PW Aswaja NU Center di Surabaya. Kunjungan ketiga kalinya ini sebagai kalender akademik yang akan ditindaklanjuti dengan pendirian Forum Mahasiswa Aswaja atau Formas.

"Ini adalah kunjungan kali ketiga dari kunjungan sebelumnya pada bulan kemarin," kata KH Abdurrahman Navis. Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur ini menandaskan bahwa silaturahim tersebut sebagai rangakain dari kuliah yang diselenggarakan di luar kelas.

Kedua belah pihak memiliki komitmen bersama untuk semakin mengintensifkan kajian dan pendalaman Aswaja. "Dalam waktu dekat diharapkan akan terselenggara kajian hingga daurah yang membahas Aswaja dalam berbagai aspek," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Bahkan bila tidak ada kendala, dalam waktu yang tidak lama akan juga segera dideklarasikan terbentuknya Forum Mahasiswa Aswaja atau Formas di salah satu kampus negeri di Malang ini.

"Target kami adalah bagaimana kajian dan pendalaman Aswaja bisa dilangsungkan dengan lebih intensif di kampus UIN Maliki," tandas Kiai Navis, sapaan akrabnya. Karena tantangan Aswaja di kampus tidak kalah berat lantaran melibatkan para cendekiawan dan akademisi.

"Pendekatan untuk kalangan kampus tentu berbeda dengan masyarakat pada umumnya," terang Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini. Penjelasan sejumlah persoalan keaswajaan harus disampaikan dengan logika dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, lanjutnya.

Kendati demikian, hal tersebut bukanlah penghalang bagi Aswaja NU Center untuk berkiprah. "Kami memiliki para tutor baik dari kalangan alumni pesantren salaf dan akademisi, sehingga akan mampu melayani kebutuhan narasumber sesuai kalangan kampus," terangnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Sumber: NU Online

Doa Sekretaris Kampung untuk GP Ansor

- Posted in Viral by

Way Kanan, Gerakan Pemuda Ansor merupakan organisasi yang bermanfaat dengan sejumlah langkah dilakukan, demikian penilaian Widodo, Sekretaris Kampung Negara Harja Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung, di Blambangan Umpu, Rabu (9/12).

"Saya ikut pengajian di sejumlah kampung yang ada di Kecamatan Pakuan Ratu ada Ansor dan Banser. Mereka, terutama yang di kampung-kampung, berada di garis depan dalam kegiatan pengajian dengan beragam skala," kata Widodo.

Selain kegiatan keagamaan, Ansor di Pakuan Ratu menurut dia juga melakukan kegiatan sosial. "Di kampung ini, sebagai unsur pemerintah saya merasa terbantu dengan keberadaan Ansor dan Banser. Keberadaan mereka bisa dirasakan manfaatnya," ujar sekretaris kampung itu lagi.

Widodo lantas mencontohkan mengenai pelaksanaan pemotongan hewan kurban oleh PAC GP Ansor Pakuan Ratu yang diselingi promosi mengajak pelajar kurang mampu namun berprestasi oleh pimpinan cabang untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan bergabung di Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

"Penyaluran hewan kurban waktu itu upaya bagus. Termasuk ghirah mendorong anak-anak bisa berpendidikan lebih baik lagi. Kami selaku aparat kampung mengucapkan, mudah-mudahan sumbangsih dan amal ibadah Gerakan Pemuda Ansor diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai amal yang baik," pungkas Widodo. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Sumber: NU Online

Jakarta, NU Online
Gerakan Kebajikan Pancasila sebagai ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan kekerasan dan melaksanakan kebaikan sesuai nilai-nilai Pancasila secara resmi dideklrasikan di Jakarta, Senin (7/12).

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa, satu deklarator Gerakan Kebajikan Pancasila Sallahudin Wahid (Gus Sholah) mengatakan, kekerasan yang terjadi di negara ini dari tahun ke tahun nampak meningkat, seperti kekerasan yang pertama terjadi didalam keluarga, kemudian kekerasan di depan publik dan ada kekerasan dalam agama.

Pengasuh Pondok pesantren Tebu Ireng Jombang Jatim itu menambahkan, kekerasan dalam segala bidang tidak akan menyelesaikan masalah. Justru kekerasan yang terjadi tidak menumbuhkan rasa kebajikan di Indonesia.

"Hal-hal kebajikan di dunia ini sangat banyak. Tentunya, jika kita berbuat baik pada semua orang akan berbuah baik pada diri kita juga," katanya.

Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa saat ini, kata Gus Sholah, semakin lama terus terkikis. Lima sila dalam Pancasila tidak lagi diterapkan secara optimal oleh para elit di negara ini.

"Maka kita ke lima inisiator Gerakan Kebajikan Pancasila ingin menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, tidak ada lagi kekerasan di Indonesia," ujarnya.

Gus Sholah juga berharap, pelaksanaan Pemilukada serentak yang akan dilangsungkan Rabu (9/12) bisa berjalan aman dan lacar. "Jangan ada lagi kekerasan pasca Pilkada. Yang kalah harus legowo, dan yang menang jangan membusungkan dada," katanya.

Gerakan Kebajikan Pancasila ini diprakarsai oleh lima orang yakni Buya Syafii Maarif, Sallahudin Wahid, Sabar Mangadoe, Saifullah Mashum dan Iman Partogi HS. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

Mamuju, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melantik empat PCNU di Sulawesi Barat yang meliputi PCNU Polewali Mandar, PCNU kabupaten Mamuju. PCNU Kabupaten Majene, dan PCNU Mamuju Tengah yang merupakan Cabang baru hasil pemekaran. Sebenarnya, pelantikan Cabang merupakan tugas PWNU, tetapi mereka meminta Kiai Said melantiknya.

Acara yang diselenggarakan pesantren Awaluddin Kuo, Mamuju Tengah, Selasa (8/12) ini dihadiri oleh sekitar 6 ribu orang yang terdiri dari para pengurus, alim ulama, santri dan warga NU setempat. 

Terpilih sebagai Rais Syuriyah PCNU Mamuju Tengah K Muhammad Kosim dengan Ketua Sakaria K dalam musyawarah beberapa waktu lalu. Daerah otonomi baru ini baru berdiri dua tahun. Karena struktur NU mengikuti struktur pemerintahan, maka dengan pembentukan kabupaten baru, selanjutnya diikuti dengan pembentukan PCNU baru. 

Sakaria menjelaskan, Mamuju Tengah merupakan daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Sulawesi Barat. Di sini terdapat sekitar 40 pesantren yang menjadi basis kultural tradisi NU. 

Ia menjelaskan, akan melakukan pembenahan ke PAC dan pembentukan Ranting di tingkat desa. 

“Dalam jangka pendek, kami akan melakukan konsolidasi pengurus. Selanjutnya, kita akan turun ke PAC untuk pembenahan secara lebih sempurna, kemudian menghimbau PAC untuk mengusulkan pembentukan Ranting di tingkat desa. Kita ingin paling tidak di setiap masjid ada lembaga NU-nya,” paparnya. 

Ia juga akan lebih banyak melakukan silaturrahmi ke pesantren supaya lebih bisa bersinergi untuk pembinaan umat. “Kami akan berupaya melakukan pesantren mendapat perhatian dari pemerintah,” tuturnya. 

Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Kiai Said berpesan pentingnya konsolidasi pengurus karena kekompakanlah yang membuat organisasi bisa berjalan.  

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga berpesan, agar pengurus NU rajin-rajin berkunjung ke umat agar mengetahui problem masyarakat dan programnya tidak sekedar pengajian. “Keberadaan pengurus itu disambut baik ketika programnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya menirukan pesan Kiai Said. 

Mengenai akidah Aswaja An-Nahdliyah, Kiai Said mengharapkan agar keyakinan, akidah, dan syariat NU dikembangkan di tengah-tengah masyarakat. 

Di akhir penyampaiannya Kiai Said mengupas Islam Nusantara. Ia menjelaskan Islam sangat mentoleransi berbagai tradisi yang ada, yang penting tidak secara hakiki tidak bertentangan dengan syariat agama. Islam Nusantara bukan sesuatu yang baru, tetapi mencoba mengakomodir tradisi yang ada, yang kemudian dibuat sedemikian rupa untuk tidak bertentangan dengan syariat. Islam Nusantara bukanlah Islam yang sangat kaku. 

“Dengan Islam Nusantara menjadi Islam yang inklusif. Bukan Islam yang suka berperang atau intoleran, tetapi sangat menghargai perbedaan. Bukan menghegemoni tradisi yang ada, malah mengembangkan,” demikian kata Kiai Said seperti disampaikan oleh Sakaria.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Said juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan NU Center Mamuju Tengah. (Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

MWCNU Tiba Sosialisasikan Program LKNU

- Posted in Viral by

Probolinggo,
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tiris Barat (Tiba), Selasa (8/12) memberikan sosialisasikan program Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Tiba ke Ranting NU Pesawahan dan Ranugedang Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi program kerja LKNU MWCNU Tiba ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Tiba Imron Hamzah, Ketua LKNU MWCNU Tiba H Sutisro, Kepala Puskesmas Ranugedang Mujoko dan sejumlah pengurus MWCNU Tiba.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Tiba Imron Hamzah mengungkapkan sosialisasi ini bertujuan supaya Nahdliyin mengetahui beberarapa program kerja yang akan dilaksanakan oleh LKNU MWCNU Tiba pada tahun 2016 mendatang.

“Semua program ini dibuat supaya NU tidak hanya dikesankan berdakwah hanya dibidang agama saja. Setidaknya warga NU merasa diurusi oleh NU dibidang kesehatan sehingga memiliki kesehatan yang berkah,” ujarnya.

Sementara Ketua LKNU MWCNU Tiba H Sutisro menyampaikan beberapa program kerja yang akan dilakukan pada tahun 2016 mendatang. Salah satunya adalah memperkuat pelayanan kesehatan terhadap warga NU dan mengadakan kerja sama lebih dalam dengan Puskesmas Ranugedang.

“Selain itu juga akan dilakukan sosialisasi antisipasi penyakit HIV/AIDS dan mengadakan kajian kesehatan 1 bulan 1 kali dalam 1 bulan bagi pengurus LKNU MWCNU dan Ranting NU,” katanya.

Program lain yang akan dilakukan diantaranya adalah turun ke bawah (turba) kesehatan tim LKNU beserta tim Puskesmas Ranugedang. Serta mengupayakan pemberdayaan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) agar mendapatkan keringanan pembiayaan bagi pemilik Kartanu ketika berobat ke Puskesmas Ranugedang.

“Kami juga akan mengadakan pengobatan massal dan operasi bibir sumbing bekerja sama dengan Puskesmas Ranugedang. Kegiatan ini akan diberikan kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja MWCNU Tiba,” pungkasnya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Ranugedang Mujoko menyambut baik yang dilakukan oleh LKNU MWCNU Tiba ini. Pihaknya akan selalu memfasilitasi sepanjang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online