diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

MenPAN-RB Asman Abnur kembali membuat pernyataan kontroversial dengan mengungkapkan data bahwa hanya 13.347 orang Tenaga Honorer K2 dari sekitar 438.590 tenaga honorer K2 seluruh Indonesia yang layak mengikuti test P3K.

Test P3K atau tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja itu adalah satu opsi yang sudah sejak lama ditolak oleh para tenaga honorer K2 seluruh Indonesia. Mereka hanya dibatasi sampai pada usia maksimal 35 tahun, tanpa melihat pengabdian mereka yang luar biasa.

Jika dilihat secara data kasar, artinya hanya sekitar 3 % dari 430an ribu tenaga honorer K2 yang akan diangkat oleh Pemerintah. Tentu hal ini menjadi sorotan dan kritik tajam bagi MenPAN-RB.

Titi Purwaningsih, Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) mengkritik keras dengan menyampaikan bahwa "Visi misi kami hanya tiga huruf itu, PNS. Kalau P3K kan enggak jelas tuh karena sewaktu-waktu bisa diberhentikan, namanya kontrak toh!"

Hal senada dan lebih keras disampaikan oleh Forum Komunikasi Honorer K2 Jawa Barat, Iman Supriatna. Menurutnya, Dengan mem-P3Kan para tenaga honorer tersebut, MenPAN-RB sudah tidak punya hati nurani lagi!

Kami masih besar harapan RUU ASN (aparatur sipil negara) disahkan. Ini akan menjadi pintu masuknya honorer menuju PNS. Yang jelas harus satu kata satu komando, lawan kebijakan MenPAN-RB,"

Bank Indonesia (BI) meminta kepada masyarakat untuk mulai menggunakan kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Kartu GPN sendiri adalah kartu debit yang memiliki logo berlambang garuda.

Untuk itu, BI dan perbankan sedang menggelar kampanye penggunaan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ini, misalnya dengan membuat kegiatan pekan penukaran kartu berlogo GPN di sejumlah titik di wilayah seluruh Indonesia.

Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior BI dalam konferensi pers mengatakan bahwa masyarakat memiliki kesempatan untuk menukarkan kartu debit/ATM lamanya, dengan kartu debit berlogo GPN secara gratis.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh kesempatan untuk menukarkan kartu ATM/Debet bank yang dimilikinya menjadi kartu berlogo GPN," kata Mirza di Gedung BI beberapa waktu lalu.

Pekan penukaran kartu berlogo GPN merupakan tindak lanjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta pada 3 Mei 2018 lalu.

Untuk menukarkannya, masyarakat bisa langsung datang ke kantor cabang perbankan yang digunakan dan meminta untuk mengganti kartu lama dengan kartu berlogo GPN.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng juga pernah mengatakan pihaknya menargetkan 100 bank yang memiliki izin untuk menggunakan kartu berlogo GPN. Dengan begitu, masyarakat dan perbankan sama-sama mendorong pemanfataan kartu GPN.

"Targetnya sekitar 100," katanya beberapa waktu lalu.

Pembicaraan mengenai wajibnya penggunaan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) seminggu terakhir begitu ramai. Apa sih sebenarnya pengertian dari GPN itu?

GPN adalah suatu sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank. GPN memudahkan masyarakat jika ingin melakukan transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant. Secara sederhana dia akan menggantikan apa yang selama ini kita nikmati dari Gerbang milik VISA atau MasterCard.

Berikut sejumlah fakta menarik dari GPN yang dapat kami rangkum:

1. Sudah disiapkan lebih dari 20 tahun.

Bank Indonesia (BI) gencar sosialisasi program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Sosialisasi itu antara lain manfaat, penggunaan, hingga tujuan GPN. Indonesia baru memiliki GPN setelah 20 tahun dikaji. GPN resmi diluncurkan sejak Mei 2018 lalu.

Gerbang Pembayaran Nasional ini sudah disiapkan saat era Presiden Soeharto berkuasa, tepatnya dimasa-masa akhirnya. Semua rencana jangka panjang tentang GPN buyar setelah krisis moneter melanda.

2. Diwajibkan Untuk Seluruh Kartu Bank

Setiap bank yang beroperasi di Indonesia wajib mengadopsi sistem GPN dan merilis kartu debit GPN berlogo garuda. Kartu debit GPN bisa digunakan di seluruh mesin electronic data capture (EDC).
Kehadiran GPN bisa memperluas layanan akses layanan sistem pembayaran melalui peningkatan interkoneksi dan interoperabilitas. Selain itu GPN juga bisa mendorong perluasan Gerakan Nasional non Tunai (GNNT) dan pengembangan perdagangan nasional berbasis elektronik.

3. Sudah 1 Juta Kartu Tercetak

BI juga mencatat pada akhir Mei 2018 logo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang tercetak pada kartu debit telah sebanyak 937 ribu. Sedangkan, jumlah yang telah terdistribusikan sebanyak 497 ribu kartu.

4. Target Ambisius, 13 Juta Kartu Tahun 2018

Pungky mengatakan, BI sendiri menargetkan agar masyarakat bisa terdistribusikan kartu berlogo GPN sebanyak 13,3 juta kartu hingga akhir 2018. Saat ini, kata Pungky, Bi terus melakukan sosialisasi untuk membuat masyarakat lebih paham mengenai manfaat GPN.

5. Menghemat Devisa 17 Miliar Rupiah per Hari!

Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN BI Aloysius Donanto menjelaskan penghematan terjadi dikarenakan proses routing atau proses transaksi dilakukan sepenuhnya di dalam negeri.

Selama ini, Indonesia masih menggunakan principal asing untuk memproses transaksi non tunai, sehingga perbankan harus membayar sewa jasa routing tersebut.

Sebelum ada GPN, menurut dia, biaya transaksi yang harus dibayarkan untuk kartu debit dan ATM menghabiskan Rp 25 miliar setiap harinya. Dengan GPN maka biaya transaksi menjadi Rp 7,25 miliar.

"Memang ada penghematan Rp 17,7 miliar per hari," tekan Aloysius.