diobrolin.com

Indonesia Ngobrol, Ngobrolin Indonesia

PKB menurunkan tim untuk melakukan pemakaman dann pemulaksaraan secara protokol Covid di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tim ini sudah bergerak sejak Mei 2021.

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi mengatakan, ada beberapa elemen yang menjadi relawan pemakaman dengan protokol Covid. Salah satunya Laskar Ijo. “Kalau Laskar Ijo ini kebanyakan dari teman-teman santri,” katanya, Rabu (28/7/2021).

Para kader PKB bergerak membantu pemakaman karena melihat pemerintah sudah kewalahan. “Mereka sudah siap semua dan sudah berjalan sebelum ada surat bupati untuk penetapan tim (pemakaman) di setiap desa dan kecamatan. Intinya teman-teman ingin membantu,” kata Ayub.

Menurut Ayub, dalam situasi pandemi, semua pihak harus proaktif mengulurkan tangan. “Tidak usah menunggu diminta. Kadang ada yang ngomong: pemkab tidak mengharap. Lho, kalau semua menunggu pemkab mengharap akhirnya tidak berjalan semua. Siapapun yang punya kelebihan, baik tenaga, pikiran, dan doa, kita lakukan bersama-sama,” katanya.

PKB sebenarnya ingin membantu relawan tenaga kesehatan. “Tapi perlu proses. Perlu pelatihan. Hal-hal seperti itu tidak sembarangan. PKB mampunya ya hanya tenaga pemulaksaraan dan pemakaman, yang tidak perlu sumber daya pelatihan khusus,” kata Ayub.

“Kadang orang minta segera ini dan itu, kan itu ada SOP (Standar Operasi prosedur)-nya. Orang yang baru koas kan tidak boleh (langsung) menangani pasien yang khusus. Tak segampang membalikkan telapak tangan. Ini urusan manusia dan nyawa,” kata Ayub.

Ketua Laskar Ijo Miskat mengatakan, timnya beranggotakan sepuluh orang. “Kami bergerak mencari nafkahsama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember. Setiap ada pemakaman, kami diberitahu BPBD. APD (Alat Pelindung Diri) dan lainnya kami dari BPBD,” katanya.

 

Anggota Fraksi PKB DPR RI Luqman Hakim menanggapi rencana pemberian fasilitas hotel untuk isolasi mandiri (isoman) bagi anggota dewan hingga staf yang terinfeksi virus corona.
Luqman mengaku belum pernah mendengar pembahasan mengenai hal itu di DPR. Namun, jika hal itu benar, Luqman mengharap agar fasilitas itu tidak eksklusif untuk anggota dewan.

"Jika benar sudah siap, saya minta tempat isolasi mandiri itu tidak eksklusif untuk anggota DPR saja," kata Luqman saat dihubungi, Rabu (28/7).

Setjen DPR sebelumnya telah mencari nafkah sama dengan beberapa hotel untuk memberikan fasilitas isolasi dan karantina bagi anggota legislatif. Bukan hanya anggota dewan, Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan fasilitas itu juga diberikan untuk staf yang mencari nafkah di DPR.

Oleh sebab itu, menurut Wakil Ketua Komisi II itu, sudah seharusnya fasilitas tersebut juga dapat digunakan oleh masyarakat lain.

"Siapapun yang terinfeksi Covid-19 dan butuh isolasi mandiri, mestinya bisa menggunakannya. Inisiatif itu haruslah menjadi bagian dari kontribusi lembaga DPR dalam menangani pandemi Covid-19," kata dia.

Rencana DPR memberi fasilitas hotel bintang 3 untuk isolasi anggota dewan dan staf yang terinfeksi virus corona (Covid-19) memanen kritik.

Namun begitu, Sekjen DPR Indra Iskandar menekankan, rencana tersebut baru masuk tahap wacana. Bukan berarti akan segera diimplementasikan sesegera mungkin.

"Ini kan kita baru fase wacana, belum melakukan apapun, jadi karena baru wacana, saya juga belum bisa mengevaluasi apa-apa," ujar Indra saat dihubungi, Rabu (28/7).